Ini Catatan DEN Agar Gangguan Distribusi BBM dan Blackout Listrik Tak Berulang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Energi Nasional (DEN) menyoroti langkah yang perlu diprioritaskan pemerintah agar gangguan layanan di sektor energi tak berulang, khususnya hambatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan blackout atau pemadaman listrik secara masif.

Anggota DEN dari Unsur Pemangku Kepentingan, Muhammad Kholid Syeirazi mengatakan, untuk menjamin keandalan pasokan energi bagi masyarakat, pemerintah dan badan usaha perlu memperkuat Cadangan Operasional dengan Cadangan Penyangga Energi (CPE).

"Kita belum punya CPE untuk menghadapi kondisi krisis atau darurat energi. Kapasitas storage dan penyimpanan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan risiko distribusi masing-masing wilayah," jelasnya kepada Kontan, Minggu (18/10/2026).


Baca Juga: Buntut Kelangkaan BBM Bali, Bahlil Instruksikan Pertamina Naikkan HOP Jadi 15 Hari

Kholid menegaskan alokasi BBM juga harus lebih responsif terhadap kebutuhan aktual masyarakat, termasuk perubahan perilaku konsumen.

Dari sisi pengawasan, sistem pemantauan stok dan distribusi secara real-time juga perlu semakin diperkuat agar potensi kelangkaan dapat dideteksi lebih awal.

Sementara di sektor ketenagalistrikan, Kholid mendorong pemerintah bersama operator untuk memastikan kecukupan cadangan daya, keandalan pembangkit, pemeliharaan jaringan, dan suplai energi primer. Ini mengingat sistem kelistrikan perlu mekanisme pemulihan cepat ketika terjadi gangguan.

"Pemerintah dan badan usaha harus berkolaborasi untuk menaikkan kecukupan (adequacy), keandalan (reliability), dan ketangguhan (resilience) sistem energi," ujar Kholid.

Ia mengingatkan, syarat ketahanan energi bukan sekadar kecukupan pasokan. Hal yang krusial ialah jaminan ketersediaan energi sampai ke pengguna.

"Stok BBM dianggap aman kalau terbukti tanpa antrean dan kelangkaan. Listrik andal karena terbukti tidak ada pemadaman," tegasnya.

Sebelumnya, Kholid menjelaskan bahwa gangguan distribusi BBM dipengaruhi lonjakan konsumsi, pengaturan kuota, serta keterlambatan kapal pengangkut BBM.

Sementara itu, menurutnya gangguan pasokan listrik dapat berkaitan dengan penurunan daya mampu netto (DMN) pembangkit akibat terganggunya pasokan energi primer.

Baca Juga: Pendapatan Turun, Rugi Adhi Commuter (ADCP) Membengkak Rp 68,33 Miliar di Kuartal III

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News