Ini daftar obat dan vaksin lagi diujicobakan menyembuhkan corona di seluruh dunia



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Virus corona masih terus menghantui banyak negara. Virus yang pertama kali terdeteksi di Tiongkok akhir tahun lalu memang mulai melambat di beberapa tempat. Hingga Senin (20/4), ada 2,5 juta orang telah terinfeksi dan ada 170.000 meninggal akibat covid-19.

Hingga kini vaksin yang aman dan efektif masih belum ditemukan. Para peneliti ada yang mencoba menggunakan kembali obat-obatan dan vaksin yang sudah ada.

Mengutip Reuters, lebih dari 70 kandidat obat atau vaksin sedang dikembangkan di seluruh dunia, dengan setidaknya lima dalam pengujian pendahuluan pada manusia.


Berikut ini beberapa obat dan vaksin yang sedang dikembangkan:

1. Remdesivir

Remdesivir awalnya adalah obat untuk memerangi penyakit yang disebabkan virus RNA. Penyakit manusia yang disebabkan oleh virus RNA diantaranya adalah penyakit virus Ebola, SARS, rabies, pilek, influenza, hepatitis C, hepatitis E, polio, campak.

Setidaknya ada 13 uji coba obat ini sedang berlangsung di China, Eropa dan Amerika Serikat. Diharapkan setelah April ini hasil uji coba sudah bisa selesai. Pada Februari lalu, WHO menilai kandidat ini obat yang paling menjanjikan untuk melawan corona.

2. Hydroxychloroquine / Chloroquine

Aslinya ini adalah obat malaria. Namun para ahli meyakini kalau Hydroxychloroquine memiliki aktivitas anti virus untuk corona.

Dalam satu penelitian kecil di Perancis, beberapa pasien COVID-19 menunjukkan perbaikan tetapi tidak ada cara untuk mengetahui apakah obat itu penyebabnya. Puluhan lebih banyak studi klinis terhadap obat ini sedang berlangsung di seluruh dunia.

3. Actemra (Tocilizumab)

Actemra merupakan obat buatan produsen Roche untuk mengurangi rasa sakit pada sendi. Lima belas uji coba terdaftar di China, Eropa dan Amerika Serikat mengujinya pada pasien COVID-19. Satu percobaan di Perancis mengamati efek 28 hari pada COVID-19 pada pasien dengan kanker stadium lanjut atau metastasis.

4. Kevzara (Sarilumab)

Obat yang disetujui untuk radang sendi. Obat ini diujicoba menjadi respon imun “badai sitokin" pada pasien COVID-19 yang sakit parah. Kepala petugas ilmiah Regeneron mengatakan data awal tentang efektivitas obat ini bisa keluar di akhir April nanti.

5. Jakavi (Ruxolitinib)

Obat ini dikembangkan untuk mengobati penyakit radang dan soal imun. Satu percobaan masing-masing di Kanada dan Meksiko akan menguji obat pada COVID-19 pasien dengan gejala pernapasan parah yang terkait dengan respons kekebalan "badai sitokin". Diharapkan hasil awal dari obat ini bisa keluar pada Juni 2020.

6. mRNA 1273

Ini merupakan vaksin RNA. Uji coba fase pertama dengan 45 subjek berusia 18-55 di tiga lokasi di Amerika Serikat yang akan mengevaluasi keamanan vaksin dan memberikan data awal tentang respon imun yang diinduksi. Penyelesaian uji coba diperkirakan 1 Juni 2020.

7. BBVIE Kaletra

Kombinasi ant ivirus digunakan untuk mengobati dan mencegah infeksi HIV. Lebih dari dua puluh uji coba di seluruh dunia menguji obat ini sebagai pengobatan COVID-19 Hasil awal diharapkan pada Mei 2020.

8. NVX-CoV2373

Produsen Novavax mengatakan, bahan pembantu Matrix-M nya akan digunakan dengan kandidat vaksin untuk meningkatkan respons kekebalan. Uji coba sudah dilakukan pada 130 orang dewasa diperkirakan akan dimulai pada pertengahan Mei dengan hasil imunogenisitas dan keamanan awal pada bulan Juli.

9. RhACE2 APN01

Sedang diujicoba di Austria untuk melihat apakah itu dapat memblokir masuknya virus dan mengurangi replikasi virus pada pasien COVID-19, mengurangi kematian atau kebutuhan untuk ventilasi mekanis. Hasil awal dari persidangan yang diumumkan pada 2 April diharapkan pada bulan September 2020 bisa keluar hasilnya.

Editor: Lamgiat Siringoringo