KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (
DSNG) menjawab pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait dampak karhutla ke kinerja perusahaan. Melansir keterbukaan informasi Kamis (15/10/2026), DSNG menjelaskan bahwa kejadian karhutla tidak memiliki dampak ke kinerja perusahaan. Corporate Secretary DSNG, Paulina Suryanti mengatakan, DSNG memiliki kegiatan operasional melalui entitas anak yang tersebar di beberapa wilayah.
Pertama, segmen kelapa sawit ada di Kabupaten Sintang dan Sekadau (Kalimantan Barat), Kabupaten Lamandau (Kalimantan Tengah), Kabupaten Kutai Timur (Kalimantan Timur), dan Kabupaten Bulungan (Kalimantan Utara).
Baca Juga: Rupiah Melemah 0,27% ke Rp 17.951 per Dolar AS pada Kamis (15/10) Siang Kedua, segmen produk kayu ada di Kabupaten Temanggung (Jawa Tengah), Kabupaten Tanah Laut (Kalimantan Selatan) untuk pengolahan kayu, dan Kota Tangerang (Banten) untuk showroom produk kayu.
Ketiga, segmen terbarukan ada di Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Banyumas (Jawa Tengah) untuk
wood pellet, serta Kota Samarinda (Kalimantan Timur) untuk trading cangkang. “Kontribusi terhadap pendapatan konsolidasian perusahaa masing-masing berasal dari segmen kelapa sawit sebesar 88%, produk kayu 10%, dan energi terbarukan 2%,” ujarnya dalam keterbukaan informasi tersebut. Paulina bilang, tidak terdapat kejadian karhutla di areal tanam segmen kelapa sawit maupun di areal operasional segmen produk produk kayu dan energi terbarukan. Secara keseluruhan, kegiatan operasional DSNG tetap berjalan normal sesuai dengan target yang telah ditetapkan, dengan tetap mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan kerja. Selain itu, tidak terdapat dampak material akibat karhutla terhadap pendapatan, laba, maupun nilai aset perseroan.
Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham ADMR, BMRS, ENRG, ISAT untuk Perdagangan Kamis (15/10) “Tidak terdapat
unplanned shutdown akibat karhutla di wilayah operasional perseroan,” paparnya. Di tengah kondisi ini, DSNG memiliki strategi untuk memitigasi dampak, baik jangka pendek maupun panjang. Paulina mengatakan, perseroan bersama-sama dengan para pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat, melakukan upaya pencegahan dan mitigasi karhutla melalui sosialisasi kepada masyarakat, patroli terpadu, pemantauan titik panas dan titik api, serta dukungan sarana dan kegiatan pemadaman kebakaran.
Secara internal, DSNG juga telah melakukan langkah pencegahan dengan pembuatan sekat bakar dan pengelolaan sistem pengairan untuk mencegah penyebaran kebakaran ke area perkebunan kelapa sawit. DSNG dan entitas anak juga hingga saat ini tidak sedang menghadapi proses hukum maupun sanksi administratif terkait karhutla. “Hingga saat ini, tidak terdapat informasi atau fakta material lainnya terkait karhutla,” ungkapnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News