Ini Faktor Utama yang Menyebabkan Harga Minyak Goreng Naik



KONTAN.CO.ID - Melonjaknya harga minyak goreng belakangan ini berkaitan dengan bahan baku utama produk tersebut, yakni crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah. 

Hal tersebut dijelaskan oleh Guru Besar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si. 

Anton menjelaskan, CPO tidak hanya digunakan untuk membuat minyak goreng, tetapi juga menjadi komponen penting untuk campuran biodiesel. 


"Minyak goreng bahan utamanya adalah CPO. Lalu, CPO kita itu juga bahan utama untuk campuran dari biodiesel," papar Anton kepada Kompas.com, Rabu (8/4/2026). 

Anton mengatakan, Pemerintah Indonesia bakal meningkatkan proporsi CPO dalam campuran biodiesel mulai Juli 2026. 

Perubahan kebijakan biodiesel B50 

Selama ini, Anton menjelaskan, campuran biodiesel B40 memanfaatkan 40% CPO yang dicampur 60% solar dari fossil fuels atau bahan bakar fosil. Lalu, pada pertengahan tahun ini, pemerintah bakal mengubah kebijakan tersebut. 

"Sekarang ini per Juni 2026 pemerintah akan menerapkan B50, yang artinya 50 persen solar berasal dari solar fossil fuel dan 50 persen itu dari minyak sawit," jelasnya. 

Menurut Anton, sejak lama beberapa pengamat sudah menyoroti potensi trade-off penggunaan minyak sawit. Trade-off antara menggunakan minyak sawit untuk minyak goreng atau menyalurkannya untuk campuran biodiesel.  

Baca Juga: Bersiap! Harga BBM Non-Subsidi Berpotensi Naik karena Faktor Ini

"Memang dari dulu beberapa pengamat sudah menyoroti bahwa ketika minyak sawit itu kemudian menjadi campuran dari bahan biodiesel, risikonya akan terjadi trade-off," paparnya. 

Lebih lanjut, kondisi ini semakin diperkuat oleh kenaikan harga minyak bumi. 

"Nah, sekarang karena harga minyak bumi sedang naik dan saya kira kebutuhan biodiesel tentu akan lebih tinggi," ucapnya. 

Produsen cenderung memanfaatkannya sebagai antisipasi apabila harga minyak dunia tetap tinggi. 

"Maka, pengusaha atau produsen CPO akan memilih untuk menggunakan minyak itu untuk campuran ke solar daripada dibuat ke minyak goreng," terang Anton. 

Anton menduga, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang memungkinkan mengapa harga minyak goreng cenderung mengalami kenaikan. 

"Tetapi, tentu ini memang sebenarnya adalah risiko ketika kita melakukan diversifikasi energi," tambahnya. 

Antisipasi yang bisa diterapkan 

Untuk mengurangi trade-off antara penggunaan CPO sebagai bahan baku minyak goreng dan campuran biodiesel, Anton menekankan pentingnya diversifikasi energi yang lebih variatif. Ia mendorong pemerintah sebaiknya melakukan hal tersebut. 

"Jadi, tidak hanya ke biodiesel maupun bioetanol, tetapi nanti juga memakai panas bumi, kemudian tenaga surya. Jadi, paling tidak mesin-mesin untuk kendaraan bermotor itu lebih banyak dialihkan ke elektronik vehicle," ucap Anton. 

Menurut Anton, langkah-langkah tersebut dapat menekan adanya ketergantungan pada CPO untuk bahan bakar. 

"Jadi, nanti trade-offnya tidak begitu tajam antara penggunaan crude palm oil atau CPO itu untuk campuran solar untuk bahan bakar dengan crude palm oil yang nanti digunakan untuk minyak goreng," ulas Anton. 

"Harapannya seperti itu," pungkasnya. 

Tonton: Mayoritas Warga AS Dukung Pemakzulan Trump! Dampak Perang Iran Meledak di Dalam Negeri

Harga minyak goreng 

Kenaikan harga minyak goreng telah terjadi di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, selama sepekan terakhir. Harga minyak goreng premium menyentuh angka Rp 23.000 per liter dari Rp 21.000 per liter, menurut keterangan sejumlah pedagang. 

Minyak kemasan sederhana seperti Minyakita juga mengalami peningkatan harga dari Rp 19.000 per liter ke Rp 21.000 per liter. 

"Sekitar semingguan ini naiknya," kata salah satu penjual di Jalan RE Martadinakata, Nanda, sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Rabu. 

Lonjakan harga juga terjadi pada minyak goreng curah. Sebelumnya, minyak goreng curah dibanderol dengan harga Rp 27.000 per 1,5 liter. Sekarang naik sekitar Rp 4.000 menjadi Rp 32.000. 

(Sumber: Kompas.com/Yulian Isna Sri Astuti | Editor: Reni Susanti)

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/04/09/133000965/mengapa-harga-minyak-goreng-naik-ini-penjelasan-pakar-ekonomi?page=all#page1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News