Ini fokus kinerja dan target Hero Supermarket (HERO) tahun depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten ritel, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) tidak mengungkapkan dengan rinci bagaimana porsi capex dan belanja modal tahun depan.

Dalam paparan publik yang berlangsung virtual, Ditektur Keuangan HERO, Erwantho Siregar menjelaskan saat ini serapan capex sendiri masih fokus pada investasi aset pada toko.

"Untuk capex tahun depan, kami melihat fokus menyesuaikan dengan jangka panjang kami. Dimana diperlukan investasi, maka kami akan kucurkan. Intinya, kami optimis menyambut tahun depan namun juga berhati-hati," jelasnya saat paparan publik yang berlangsung virtual, Senin (7/12).


Ia melanjutkan, HERO juga akan fokus memaksimalkan penggunaan platform online untuk seluruh segmen bisnisnya, terutama IKEA. Sebagaimana diketahui, HERO membawahi empat gerai besar yakni Guardian, Hero Supermarket, Giant, dan IKEA.

Eswantho mengklaim, pihaknya mendulang peningkatan pendapatan dari pemesanan produk perlengkapan rumah di platform online IKEA. Namun dirinya tidak menjelaskan detail besar perbandingannya dibandingkan dengan tahun lalu.

Baca Juga: Kinerja Hero Supermarket (HERO) diproyeksi masih tertekan sampai akhir 2020

"Animo masyarakat terhadap platform online IKEA sangatlah positif. Penjualan melalui platform online ini mencetak pendapatan lebih baik di kuartal III 2020 dibandingkan dengan kuartal I dan II," sambung dia.

Lebih lanjut, HERO dipastikan juga masih akan bergerak konservatif dan prudent, dengan masih berfokus pada efisiensi.

Sementara itu, Presiden Direktur HERO, Patrik Lindvall mengungkapkan dalam strategi ekspansi IKEA, pihaknya berpegang pada tiga aspek, yakni keterjangkauan, aksesibilitas dan dampak positif pada masyarakat dan bumi.

Dengan begitu, dalam jangka pendek dan menengah, Perseroan akan membuka 2 gerai IKEA di Bandung dan Cakung dengan segera. Dengan demikian, pada tahun 2021, HERO membawahi empat gerai IKEA, termasuk yang berada di platform online. "Jangka pendek kami, tentunya memastikan keselamatan dan kesejahteraan para karyawan dan pelanggan. Kami fokuskan investasi di sana," kata dia.

Selanjutnya: Penjualan supermarket diprediksi masih lemah pada 2021, berikut penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .