Ini Jadwal Sidang Isbat 1 Dulhizah, Cek Tanggal Idul Adha 2026 Muhammadiyah
Rabu, 06 Mei 2026 14:57 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kementerian Agama (Kemenag) dijadwalkan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Zulhijah 1447 Hijriah sekaligus Hari Raya Iduladha pada Minggu, 17 Mei 2026. Sebelum sidang isbat tiba, organisasi keagamaan Muhammadiyah telah menetapkan tanggal Hari Raya Iduladha. Dilansir dari website resmi Kemenag, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa sidang isbat akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor Kementerian Agama, Jakarta. "Sidang isbat ini merupakan bagian dari mekanisme pemerintah dalam menetapkan awal bulan Hijriah, termasuk menentukan Hari Raya Idul Adha," ujar Abu dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).
Mekanisme Sidang Isbat Penentuan Zulhijah Sidang isbat merupakan forum musyawarah yang melibatkan pemerintah, organisasi masyarakat Islam, serta para ahli falak dan astronomi. Forum ini bertujuan untuk menghasilkan keputusan yang akurat dan dapat diterima secara luas. Proses penetapan awal Zulhijah dilakukan dengan menggabungkan dua metode utama, yaitu: - Hisab (perhitungan astronomi) - Rukyat (pengamatan hilal secara langsung) Menurut Abu, kedua metode ini saling melengkapi dalam memastikan keakuratan penentuan awal bulan Hijriah. "Hisab memberikan gambaran posisi hilal, sementara rukyat menjadi konfirmasi faktual melalui pengamatan di lapangan," jelasnya. Baca Juga: 1,5 Juta UMKM Terima KUR Rp 96 T, Simak Cara Pinjam & Angsuran KUR BRI 2026 Tahapan Sidang Isbat Rangkaian sidang isbat diawali dengan seminar posisi hilal yang disampaikan oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Seminar ini terbuka untuk publik sebagai bentuk transparansi informasi. Selanjutnya, panitia akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia, mulai dari wilayah barat hingga timur. Setelah itu, Menteri Agama akan memimpin sidang isbat untuk mendengarkan masukan dari berbagai pihak sebelum menetapkan awal Zulhijah secara resmi. Tonton: Danantara Masuk GoTo! Pemerintah Siap Tekan Potongan Ojol? Prediksi Posisi Hilal Zulhijah 1447 H Berdasarkan data awal hisab, posisi hilal pada 29 Zulkaidah 1447 H diperkirakan telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS. Berikut indikatornya: - Tinggi hilal: lebih dari 3 derajat (kriteria minimal 3 derajat) - Elongasi: lebih dari 6,4 derajat (kriteria minimal 6,4 derajat) Secara teori, kondisi ini telah memenuhi kriteria imkan rukyat atau kemungkinan hilal dapat terlihat. Namun demikian, Abu menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat prediktif. "Penetapan awal Zulhijah tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat sebagai otoritas resmi pemerintah," tegasnya. Dengan demikian, masyarakat diimbau menunggu hasil resmi sidang isbat untuk kepastian tanggal Idul Adha 2026. Tonton: Reformasi Polri: Prabowo Putuskan Kapolri Tetap Lewat DPR! Tanggal Idul Adha 2026 Muhammadiyah Dilansir dari website resmi Muhammadiyah, organisasi keagamaan ini telah menetapkan Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi. Sementara itu, Hari Arafah atau 9 Zulhijah 1447 H jatuh pada Selasa Pon, 26 Mei 2026, dan awal bulan Zulhijah dimulai pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026. Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab astronomis global yang menggunakan parameter Kalender Global (PKG), yakni sistem yang dirancang untuk menghadirkan keseragaman awal bulan Hijriah bagi seluruh umat Islam di dunia. Dalam sistem ini, penentuan awal bulan tidak lagi bergantung pada batas wilayah negara, melainkan menggunakan prinsip keterlihatan hilal secara global.
Ijtimak menjelang Zulhijah 1447 H terjadi pada hari Sabtu Pon, 16 Mei 2026 pukul 20.01.02 UTC. Secara astronomis, ijtimak merupakan titik konjungsi antara Matahari dan Bulan yang menjadi awal pergantian bulan kamariah. Namun, pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, belum ada satu wilayah pun di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat sebelum pukul 24.00 UTC. Tidak hanya itu, Parameter Kalender Global (PKG) 2 juga tidak terpenuhi. Setelah pukul 24.00 UTC, tidak ditemukan satu pun wilayah di daratan Amerika yang memenuhi syarat tinggi Bulan minimal 5 derajat, elongasi minimal 8 derajat, serta ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru. Karena dua parameter tersebut tidak terpenuhi, maka awal Zulhijah tidak dapat dimulai pada 17 Mei, melainkan ditetapkan pada Senin, 18 Mei 2026. Dari penetapan itulah kemudian dihitung bahwa 10 Zulhijah atau Hari Raya Iduladha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Rupiah Tembus Rp 17.400! BI Turun Tangan Stabilkan Pasar