KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan aset industri dana pensiun tumbuh 10%–12% secara Year on Year (YoY) pada 2026. Mengenai hal itu, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menilai proyeksi pertumbuhan aset dana pensiun sebesar 10%–12% kemungkinan dapat dicapai oleh industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Staf Ahli ADPI Bambang Sri Mulyadi mengatakan untuk Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK), kemungkinan pertumbuhan aset hanya sekitar 5% untuk DPPK Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) dan DPPK Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) kemungkinan kurang dari 5% pada 2026. "Hal tersebut disebabkan peserta DPPK PPMP bagi Pemberi Kerja BUMN tidak menambah peserta aktif dan total pensiunannya lebih besar dari peserta aktif yang masih mengiur, sedangkan DPPK PPIP pertumbuhan peserta aktif cukup lambat atau lebih kecil dari yang memasuki usia pensiun," ungkapnya kepada Kontan, Minggu (8/2/2026).
Ini Kata ADPI Soal Proyeksi Pertumbuhan Aset Dana Pensiun 10%-12% pada 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan aset industri dana pensiun tumbuh 10%–12% secara Year on Year (YoY) pada 2026. Mengenai hal itu, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menilai proyeksi pertumbuhan aset dana pensiun sebesar 10%–12% kemungkinan dapat dicapai oleh industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Staf Ahli ADPI Bambang Sri Mulyadi mengatakan untuk Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK), kemungkinan pertumbuhan aset hanya sekitar 5% untuk DPPK Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) dan DPPK Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) kemungkinan kurang dari 5% pada 2026. "Hal tersebut disebabkan peserta DPPK PPMP bagi Pemberi Kerja BUMN tidak menambah peserta aktif dan total pensiunannya lebih besar dari peserta aktif yang masih mengiur, sedangkan DPPK PPIP pertumbuhan peserta aktif cukup lambat atau lebih kecil dari yang memasuki usia pensiun," ungkapnya kepada Kontan, Minggu (8/2/2026).
TAG: