KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, alokasi investasi industri dana pensiun di deposito naik 22,77% secara Year on Year (YoY) menjadi Rp 104,66 triliun per akhir 2025, sedangkan penempatan di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turun 80,50% YoY menjadi Rp 3,29 triliun per akhir 2025. Mengenai hal itu, Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) menilai kenaikan alokasi investasi industri dana pensiun pada deposito, serta penurunan penempatan pada SRBI utamanya dipengaruhi oleh perkembangan imbal hasil. Direktur Utama Dana Pensiun BCA, Budi Sutrisno mengatakan saat ini, imbal hasil SRBI yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) cenderung menurun, sehingga tingkat diskontonya makin mendekati, bahkan untuk seri terbaru berada di bawah suku bunga deposito perbankan.
Ini Kata Dapen BCA Soal Alokasi Industri Dana Pensiun di Deposito Naik dan SRBI Turun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, alokasi investasi industri dana pensiun di deposito naik 22,77% secara Year on Year (YoY) menjadi Rp 104,66 triliun per akhir 2025, sedangkan penempatan di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turun 80,50% YoY menjadi Rp 3,29 triliun per akhir 2025. Mengenai hal itu, Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) menilai kenaikan alokasi investasi industri dana pensiun pada deposito, serta penurunan penempatan pada SRBI utamanya dipengaruhi oleh perkembangan imbal hasil. Direktur Utama Dana Pensiun BCA, Budi Sutrisno mengatakan saat ini, imbal hasil SRBI yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) cenderung menurun, sehingga tingkat diskontonya makin mendekati, bahkan untuk seri terbaru berada di bawah suku bunga deposito perbankan.
TAG: