Ini kata Pertamina soal peluang dan tantangan bisnis LNG



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina, terus mengembangkan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Kendati peluang bisnis LNG masih terbuka luas, Pertamina juga melihat sejumlah tantangan yang harus diatasi supaya pemanfaatan LNG lebih optimal. 

VP of Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan LNG merupakan salah satu energi yang dibutuhkan di masa transisi dari bahan bakar minyak menuju energi baru terbarukan. Pemanfaatan LNG merupakan salah satu upaya Pertamina dalam program dekarbonisasi.

"Tidak hanya mewujudkan bauran energi dan menggerakkan ekonomi nasional, LNG dapat dioptimalkan untuk mewujudkan penggunaan energi ramah lingkungan di mana cadangan gas bumi Indonesia masih cukup besar," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (16/8). 


Fajriyah memaparkan, ada sejumlah faktor yang mendorong pemanfaatan LNG sebagai energi bersih di Indonesia, yakni regulasi dari pemerintah yang menjadikan posisi gas bumi menjadi salah satu energi yang berperan penting dalam perencanaan bauran energi.  

Baca Juga: PGN SAKA raih tambahan produksi hidrokarbon 7.300 boepd dari Blok Pangkah

Faktor lainnya adalah permintaan energi gas dari sektor ritel maupun komersial yang menginginkan energi yang bersih, bersaing dan rendah karbon. "Hal itu dapat mendorong ketertarikan investor yang dibarengi dengan penggunaan teknologi low carbon," ujarnya. 

Selain itu, menurut Fajriyah, faktor ketiga yang mendorong pemanfaatan LNG adalah upaya optimasi pemanfaatan gas bumi yang mulai dilakukan secara massif. 

"Salah satunya, subholding gas mendapatkan penugasan dari pemerintah melalui Keputusan Menteri No 13 Tahun 2020 untuk bisa meningkatkan peluang gas dengan program gasifikasi guna konversi BBM ke BBG di 52 pembangkit listrik di berbagai wilayah di Indonesia," ungkapnya. 

Adapun guna meningkatkan pemanfaatan LNG, Fajriyah mengatakan, akan dikembangkan penyediaan infrastruktur dan aset-aset yang dibutuhkan. Pengembangan infrastruktur ini salah satu kunci mengoptimalkan konsumsi LNG, mengingat banyak daerah di Indonesia yang belum terjangkau gas. Dengan ini, LNG akan mampu mencapai pelanggan-pelanggan potensial menggunakan virtual pipeline atau infrastruktur gas non-pipa.  

Baca Juga: Polemik Permen ESDM soal PLTS Atap makin runcing, empat pihak harus diperhatikan

Berdasarkan sejumlah faktor tersebut, Suholding Gas terus berupaya mengoptimalkan pemafaatan LNG. Salah satu upaya terbaru adalah PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bekerja sama dengan PT PAL Indonesia dan PT Badak Natural Gas Liquefaction (PTB).  

PGN dan PAL akan melaksanakan kajian bersama mengenai pengembangan dan pembangunan LNG Carrier, dan storage tank gas untuk kebutuhan bisnis PGN. 

Sedangkan dengan Badak Natural Gas Liquefaction, PGN akan menyusun kajian bersama mengenai bisnis LNG dan fasilitasnya, LNG bungkering, serta penyediaan LNG Hub untuk memenuhi kebutuhan gas di Cilacap, Meruap, Teluk Lamong, Antam Pomala, dan Smelter OSS Konawe.

Editor: Tendi Mahadi