Ini katalis IHSG dari terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) bakal membawa angin segar bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Analis Philip Sekuritas Anugerah Zamzami Nasr mengatakan, IHSG bakal memiliki prospek yang membaik, didukung ekspektasi pemerintahan Joe Biden yang akan jauh lebih stabil baik dalam hal kebijakan maupun birokrasi. Namun terkait meredanya perang dagang belum dapat dipastikan

"Terkait kebijakan ke perang dagang masih remains to be seen. Tapi dalam waktu dekat sepertinya belum ada perbaikan hubungan antara AS dan Tiongkok, terutama dalam bidang perdagangan dan beberapa isu lain," jelas Zamzami, Minggu (8/11).


Baca Juga: Joe Biden menang, rupiah berpeluang menguat lagi, Senin (9/11)

Sementara itu, aliran dana asing juga diprediksi bakal kembali masuk ke emerging market, didukung ekspektasi kenaikan pajak korporasi yang dapat menekan laba emiten di Wall Street. Serta ekspektasi perbaikan ekonomi dan peningkatan business cycle pada negara emerging market.

"Mungkin valuasi di Wall Street yang agak overstretched, membuat asing mencari pasar yang masih lagging dan diharapkan akan mulai bertumbuh atau membaik potensi ekonominya," imbuhnya.

Zamzami memprediksi, pertumbuhan ekonomi domestik di kuartal IV-2020 membaik, meski kemungkinan masih akan terkontraksi. Dia memprediksi, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2020 dikisaran  -1% sampai -2%, sehingga prediksi pada akhir 2020 dikisaran -1,7% sampai -2,1%.

"Hingga akhir tahun, perhatian pelaku pasar salah satunya dari rilis data makro dalam negeri,  seperti data current account kuartal III 2020, consumer confidence index, trade balance dan rapat dewan gubernur BI. Kemudian produksi atau distribusi vaksin, progress stimulus fiskal AS, dan kebijakan presiden AS terpilih," jelasnya.

Zamzami memproyeksikan, di akhir tahun nanti IHSG berada di level 5.400-5.550, setara 17x-19x forward price earning (P/E) dengan asumsi penurunan earning per share (EPS) -15%.

Untuk rekomendasi, Zamzami mengatakan, sektor yang dapat diperhatikan seperti sektor perbankan, farmasi, consumer sesuai dengan tema vaksin dan perbaikan ekonomi secara gradual.

"Selain itu sektor cyclical seperti agri dapat dipertimbangkan seiring dengan seasonality permintaan yang meningkat di akhir tahun. Juga properti boleh dicermati seiring dengan pembukaan ekonomi," jelasnya.

Selanjutnya: IHSG diprediksi menguat seiring kepastian pemenang pilpres AS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hasbi Maulana