Ini kiat agen wisata incar pelancong akhir tahun



JAKARTA. Jelang liburan akhir tahun, sejumlah biro perjalanan wisata sudah menyiapkan strategi untuk menggaet calon pelancong ke luar negeri. Maklum, momen akhir tahun kerap dijadikan tumpuan para agen perjalanan untuk mengerek pendapatan.

Salah satu pemain di bisnis ini adalah PT Bayu Buana Tbk. Travel Consultant Bayu Buana, Suriyanto menuturkan, pihaknya sudah mulai kebanjiran order sejak Juli, meskipun masa libur baru dimulai dua bulan mendatang.

Nah, untuk menjaring order yang lebih gendut lagi dan bisa bersaing dengan pemain lain, Bayu Buana telah menyusun strategi. Salah satunya, menawarkan sejumlah paket tur tematik dan ekonomis pada hajatan Tour and Travel Trend Expo 2012 di Jakarta, akhir pekan lalu.“Kami tawarkan kunjungan ke Kutub Utara dan Pulau Galapagos. Ini tempat yang jarang dikunjungi dan bisa memberi variasi pilihan bagi klien,” papar Supriyanto.


Dia mengaku, dalam dua tahun terakhir memang terjadi peningkatan jumlah peserta tur ke luar negeri. Itu sebabnya, pihaknya berani mematok target pelancong sebanyak 600 grup sepanjang high session tahun ini. “Naik 20% dari realisasi tahun lalu, yaitu 500 grup atau setara 1.100 orang," ungkapnya.

Pemain lain, PT Tara Tour juga menargetkan kenaikan jumlah pelancong pada tahun ini. Staff Outbound Departement Tara Tour, Richard Zendiwinat menyatakan, pihaknya mengincar order tur sebanyak 250 grup, atau naik 25% dibanding tahun lalu, 200 grup.

Kontribusi dari liburan akhir tahun diprediksi bisa memenuhi target peserta tur tersebut. Richard mengklaim, kendati pasarnya belum besar, Tara Tour diprediksi bisa menggaet 910 orang atau 35 grup selama liburan Natal dan akhir tahun ini.

Richard bilang, tingginya permintaan paket tur seiring ekonomi masyarakat yang kian membaik. Nah, demi menjaring pasar yang bervariasi dari tingkat ekonomi, pihaknya menyiapkan beragam paket, mulai dari kunjungan ekonomis ke Asia untuk kalangan menengah, sampai high level ke Eropa dan negara di Mediterania.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri