Ini Langkah Strategis Pupuk Kaltim dalam Mendorong Pertumbuhan Bisnis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus melakukan berbagai pengembangan dan hilirisasi dengan memanfaatkan peluang yang ada. Langkah itu dilakukan untuk menopang pertumbuhan perseroan secara berkelanjutan ke depan.

Selain itu, perseroan juga memperkuat hubungan industrial yang strategis dan harmonis di lingkungan perusahaan. Hal ini juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan.

Untuk mendukung itu, perseroan telah memulai proyek pembangunan kawasan industri pupuk di Kabupaten Fakfak Papua Barat. Proyek ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sudah ditetapkan Kementerian Koordinator Perekonomian.


Proyek pembangunan kawasan industri di Fakfak Papua Barat merupakan salah satu pengembangan di fase kedua pertumbuhan perusahaan, yang ditarget mampu terealisasi dalam lima tahun ke depan.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi mengatakan, Pupuk Kaltim memiliki dua modal utama dalam meningkatkan daya saing secara global, yakni kesiapan perusahaan sebagai organisasi untuk menangkap peluang melalui berbagai strategi pengembangan, dan dukungan sumberdaya profesional dan kompeten dalam mewujudkan setiap langkah strategis yang ditetapkan.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman pada Januari 2023

"Jika pembangunan pabrik di Papua Barat terealisasi, maka Pupuk Kaltim telah on the right track menuju perusahaan petrokimia berbasis gas alam terbesar di Asia Pasifik. Dua modal ini yang menjadi landasan utama Pupuk Kaltim untuk bisa mengarungi berbagai tantangan dan menangkap peluang yang ada," kata Rahmad dalam keterangan resminya, Jumat (20/1).

Sedangkan untuk memperkuat hubungan industrial yang strategis dan harmonis di lingkungan perusahaan, Pupuk Kaltim meneken Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan Serikat Pekerja untuk periode 2023-2025.

SVP SDM Pupuk Kaltim Endang Murtiningsih, selaku Ketua Tim Penyusun PKB Wakil Perusahaan mengatakan kegiatan ini sebagai upaya membangun hubungan harmonis  antara perusahaan dengan pekerja, melalui perjanjian kerja bersama yang berisi syarat dan dukungan pelaksanaan hubungan industrial.

Proses perundingan hingga penandatanganan PKB periode 2023-2025 telah berjalan selama satu tahun. Seluruh pasal dalam PKB ditujukan untuk memastikan secara jelas hak dan kewajiban antara karyawan bersama perusahaan.

"Dengan penandatanganan PKB ini, Pupuk Kaltim bersama karyawan dapat mengetahui dengan jelas hak maupun kewajiban masing-masing secara jujur, adil dan transparan tanpa membeda-bedakan golongan, suku, agama, usia, ras, dan gender," ungkap Endang.

Ketua Tim Perunding Wakil Serikat Pekerja sekaligus Ketua Umum Korps Karyawan Pupuk Kaltim (KKPKT) Satriyo Wahyu Harsoyo menyampaikan, perundingan PKB periode 2023-2025 telah merumuskan berbagai hal strategis dalam mendukung kemajuan perusahaan dan kesejahteraan karyawan.

Menurut Satriyo, perundingan berlangsung dengan mengedepankan kepercayaan dan rasa kebersamaan, hingga menghasilkan kesepakatan yang sangat dijunjung oleh kedua pihak.

Sementara Rahmad Pribadi, mengungkapkan kemampuan Perusahaan untuk terus meningkatkan performa bisnis tidak terlepas dari usaha dan kerja keras, serta dedikasi seluruh karyawan.

Hal ini ditunjukkan melalui semangat korsa dan kekompakan yang terus terjalin, sehingga dalam satu tahun terakhir Pupuk Kaltim mampu mencapai kinerja terbaik selama 45 tahun berdiri.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Resmi Memulai Proyek Pembangunan Kawasan Industri Fakfak

Untuk itu, Pupuk Kaltim pun optimistis penandatangan PKB periode 2023-2025 ini akan semakin mendorong kinerja perusahaan melalui berbagai pengembangan dan langkah strategis, guna meningkatkan daya saing global sekaligus menjadi pemain utama industri petrokimia di Asia Pasifik.

"Dari penandatanganan PKB ini kami harap karyawan bersama serikat pekerja dapat terus memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung kemajuan Pupuk Kaltim, sehingga berbagai langkah strategis yang telah ditetapkan perusahaan mampu terealisasi secara optimal dan makin berdampak terhadap kesejahteraan," pungkas Rahmad Pribadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto