Ini menteri keuangan harapan pasar



JAKARTA. Kembali menyoal calon menteri, mungkin posisi calon menteri keuangan menjadi yang paling dipantau pasar. Beberapa analis di pasar sudah memiliki gambaran calon menteri keuangan idaman. 

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menilai, sosok Menteri Keuangan saat ini Chatib Basri masih diperlukan untuk mengisi posisi ini pada periode berikutnya. 

Menurut dia, Chatib merupakan salah satu tokoh yang berpengalaman menghadapi masa-masa krisis. Setidaknya, Chatib mampu membuat ekonomi Indonesia bertahan menghadapi isu tapering atau penghentian program pembelian obligasi yang dilakukan bank sentral AS, Federal Reserve. "Jadi, saya kira prestasi beliau cukup bisa dibanggakan,” tambah William.


Menteri keuangan memang krusial tapi bukan merupakan sel yang bisa bergerak sendiri-sendiri. Jokowi harus bisa mewujudkan kabinet yang berkesinambungan dan sinergis. Hal ini diperlukan guna mengakselerasi program-program unggulan, terutama di bidang infrastruktur dan pendidikan. 

William mengatakan, program pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas Jokowi. Selain untuk menopang kegiatan ekonomi, program inilah yang memiliki dampak paling mengena dan dapat langsung dirasakan masyarakat luas. 

Hal lain yang tak kalah penting yakni menjalankan program pendidikan. Perlu dicatat, Jokowi mengusung tema revolusi mental dalam kepemimpinannya. Sehingga, pendidikan tidak saja terbatas dalam penyediaan sekolah gratis, tapi juga termasuk pembentukan karakter dan keterampilan sumber daya manusia. 

Analis UOB Securities Stefanus Susanto sepakat. Pelaku pasar modal lebih memusatkan perhatian terhadap calon menteri keuangan. Sebab, posisi itu bersinggungan langsung dengan dinamika market. 

Menurut Stefanus, seorang menteri keuangan harus berpengalaman dan memiliki orientasi market friendly. Meski Jokowi memiliki nama-nama lain untuk dicalonkan, tapi kedua persyaratan tersebut dinilai telah dipenuhi oleh Chatib. Dia merupakan ekonom yang reputasinya diakui di dunia. "Hibungan dia dengan pasar juga cukup ramah,” imbuhnya. 

Stefanus juga menyarankan untuk fokus kepada penciptaan lapangan kerja. Hal ini dilakukan untuk menekan tingkat pengangguran dalam negeri. Selain itu, pemerintahan baru di bawah kendali Jokowi harus bisa menjaga tingkat inflasi di kisaran 3%.

Selama ini, inflasi Indonesia dapat terjaga dengan baik di bawah sekitar 5%. Tapi tetap saja, pengendalian inflasi melalui pengaturan supply-demmand, jumlah uang beredar dan komponen-komonen lainnya wajib dijaga keseimbangannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia