JAKARTA. Pascakrisis finansial global tahun 2008, Jakarta bertransformasi menjadi salah satu destinasi utama investasi sektor properti, termasuk perhotelan supermewah (luxury). Beberapa merek top dunia hadir di ibu kota Indonesia. Dalam catatan Kompas.com, hingga 2018 mendatang terdapat sembilan hotel luks internasional dengan level tertinggi yang dimiliki kelompok-kelompok bisnis hotel tersohor dunia. Kesembilan merek premium itu adalah Fairmont Hotel Jakarta, W Hotel, Raffles Hotel, St Regis Hotel, Westin Hotel, The Langham Hotel, Rosewood Hotel, Waldorf Astoria, dan Sofitel So. Kehadiran hotel-hotel yang ditujukan khusus untuk kalangan puncak eksekutif perusahaan mancanegara yang berbisnis di Indonesia itu menggenapi jumlah hotel luks menjadi 6.120 kamar. Dengan kata lain, 17% dari total pasokan kumulatif 36.000 kamar hotel berbintang sampai tiga tahun mendatang adalah hotel supermewah. Sementara posisi per Juni 2014, hotel supermewah ini dalam catatan Cushman and Wakefield Indonesia terdapat 3.814 kamar atau 13% dari total pasokan 29.000 unit kamar hotel berbintang.
Ini penyebab hotel supermewah kepung Jakarta
JAKARTA. Pascakrisis finansial global tahun 2008, Jakarta bertransformasi menjadi salah satu destinasi utama investasi sektor properti, termasuk perhotelan supermewah (luxury). Beberapa merek top dunia hadir di ibu kota Indonesia. Dalam catatan Kompas.com, hingga 2018 mendatang terdapat sembilan hotel luks internasional dengan level tertinggi yang dimiliki kelompok-kelompok bisnis hotel tersohor dunia. Kesembilan merek premium itu adalah Fairmont Hotel Jakarta, W Hotel, Raffles Hotel, St Regis Hotel, Westin Hotel, The Langham Hotel, Rosewood Hotel, Waldorf Astoria, dan Sofitel So. Kehadiran hotel-hotel yang ditujukan khusus untuk kalangan puncak eksekutif perusahaan mancanegara yang berbisnis di Indonesia itu menggenapi jumlah hotel luks menjadi 6.120 kamar. Dengan kata lain, 17% dari total pasokan kumulatif 36.000 kamar hotel berbintang sampai tiga tahun mendatang adalah hotel supermewah. Sementara posisi per Juni 2014, hotel supermewah ini dalam catatan Cushman and Wakefield Indonesia terdapat 3.814 kamar atau 13% dari total pasokan 29.000 unit kamar hotel berbintang.