Ini penyebab IHSG melemah 0,42% di perdagangan Jumat (21/5)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,42% ke level 5.773,12 pada Jumat (21/5). Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat melemah ke level 5.742,03, yang merupakan level terendah sejak tiga bulan perdagangan. Dalam sepekan, IHSG sudah melemah 2,78%.

Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia menilai, IHSG melemah setelah data neraca transaksi berjalan pada kuartal pertama 2021 diumumkan yang tercatat defisit sebesar US$ 997 juta, atau lebih tinggi dari angka konsensus. Hal ini membuat defisit terhadap PDB meningkat menjadi 0,4% dari sebelumnya 0,3%.

Defisit neraca transaksi berjalan yang terjadi disebabkan naiknya defisit neraca jasa seiring dengan kenaikan impor yang terjadi. Sementara kenaikan ekspor menahan surplus yang terjadi di neraca barang.


Baca Juga: NPI kuartal I-2021 surplus US$ 4,1 M, transaksi berjalan balik defisit US$ 1,0 M

Selain itu, Bank Indonesia mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) surplus US$ 4,1 miliar di kuartal pertama tahun ini, atau membaik dibandingkan kuartal empat 2020, dimana NPI tercatat surplus US$ 0,2 miliar.

Sementara itu, indeks regional Asia terlihat bergerak bervariasi disebabkan kenaikan kasus Covid-19 yang kembali menurunkan optimisme investor akan perbaikan ekonomi tahun ini. Jepang mengumumkan deflasi yang terjadi di bulan April sebesar 0,4%, sementara gambaran awal data purchasing managers’ index (PMI) Australia menggambarkan kenaikan terjadi dari kegiatan manufaktur ke level 59,9.

Inggris mengumumkan pertumbuhan penjualan eceran bulan April yang mencatatkan rekor tertinggi selama periode pencatatan. Data retail sales Inggris tumbuh 42,4%, yang bahkan mengalahkan angka konsensus.

Bulan sebelumnya Inggris mencatatkan penjualan ritel tumbuh 7,2%. Selain itu, Jerman mengumumkan gambaran awal kegiatan manufaktur di bulan Mei yang turun ke level 64 dari bulan sebelumnya sebesar 66,2.

Selanjutnya: IHSG turun 0,42% ke 5.773 hingga tutup pasar Jumat (21/5)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat