KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan ekspedisi dan logistik, PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE Express) optimistis bahwa industri logistik di Indonesia akan terus tumbuh di tahun ini. Faktor yang menunjang bisnis logistik yaitu di antaranya seiring dengan perkembangan e- commerce yang begitu cepat dan pertumbuhan UKM yang memanfaatkan channel penjualan secara online. Selain itu, faktor lain adalah tren yang ada saat ini seperti basis pengiriman barang yang langsung ke konsumen atau masyarakat (C to C) yang meningkat. Sebagai informasi, Asosiasi Logistik Indonesia memproyeksikan bisnis logistik pada tahun 2023 akan bertumbuh di angka 5% hingga 8%, sementara Kadin Indonesia dalam proyeksinya yang didukung riset lembaga survei melihat pasar logistik Indonesia akan tumbuh sekitar 7,9%.
Proyeksi tersebut dibuat dengan mempertimbangkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia 4,7%-5,3% yang didorong oleh keberhasilan program hilirisasi pemerintah. Marketing Group Head JNE Ekspress Eri Palgunadi mengatakan, sejak tahun 2014, JNE melakukan optimalisasi Mobile Applications untuk meningkatkan service berupa trace tracking kiriman, kemudahan transaksi digital, Free Pick up, COD (Cash On Delivery), e-payment atau cashless. Baca Juga: JNE Incar Pertumbuhan Volume Pengiriman 20%-30% Sepanjang Tahun Ini Di tahun 2017 JNE membangun E-Fulfillment (Logistik UMKM) di beberapa cabang yaitu Warehouse Management System yang terintegrasi terkait warehousing, order fulfillment, technology development, shipping management dan delivery, menjadi solusi lengkap untuk para UKM di seluruh Indonesia, serta JTR (JNE Trucking) dan sebagainya. Eri bilang dukungan JNE terhadap UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional di antaranya adalah dengan menggelar program menarik, Ngajak Online yang sudah dilaksanakan sejak 2017, di mana JNE mengajak seluruh UMKM untuk naik kelas.