Ini Penyebab Laba Bersih Indo Tambangraya Megah (ITMG) Turun di Semester I-2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja keuangan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mengalami penurunan sepanjang enam bulan pertama tahun 2023. Emiten pertambangan batubara ini meraih laba bersih senilai US$ 306,94 juta, turun 33,39% dibandingkan keuntungan pada semester I-2022.

Sejalan dengan penurunan laba bersih, pendapatan ITMG juga turun 8,45% menjadi sebesar US$ 1,30 miliar, dibandingkan capaian US$ 1,42 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam laporan yang dirilis manajemen, Rabu (16/8), harga rata-rata penjualan alias average selling price (ASP) batubara yang diperoleh ITMG pada paruh pertama tahun ini adalah sebesar US$ 130,6 per ton.


Realisasi ASP ini turun 25,4% dari realisasi ASP pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 175,1 per ton. Hal ini turut menekan kinerja keuangan ITMG

Selain itu, beban pokok pendapatan ITMG juga naik 25,07% year-on-year (YoY) dari semula US$ 672,38 juta menjadi US$ 840,94 juta.

Baca Juga: Semester I-2023, Produksi dan Penjualan Batubara Indo Tambangraya Kompak Naik

Namun, konstituen Indeks Kompas100 ini membukukan kenaikan kinerja operasional sepanjang paruh pertama tahun 2023, yang tercermin dari kenaikan volume produksi dan penjualan batubara

Volume produksi ITMG mencapai 8,2 juta ton, meningkat 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Mulianto, Direktur Utama Indo Tambangraya Megah mengatakan, pencapaian ini melampaui target yang dipasang manajemen, didukung oleh kondisi cuaca yang bersahabat dan manajemen operasional yang baik.

Pada paruh pertama 2023, ITMG membukukan volume penjualan sebanyak 9,9 juta ton. Realisasi ini naik 22% dari volume penjualan pada periode yang sama tahun lalu yang hanya 8,1  juta ton.

Batubara ini dipasarkan ke China sebanyak 3,6 juta ton, disusul pasar Indonesia sebanyak 2,2 juta ton, Jepang sebanyak 0,9 juta ton, Filipina sebanyak 0,8 juta ton, Thailand sebanyak 0,5 juta ton, serta sisanya dijual ke negara-negara lain di Asia Pasifik serta Eropa.

Untuk tahun 2023, ITMG menargetkan volume produksi antara 16,6 juta ton sampai dengan 17,0 juta ton dengan volume penjualan sebesar 21,5 juta ton sampai 22,2 juta ton.

 
ITMG Chart by TradingView

“Dari target volume penjualan tersebut, sebanyak 56% harga jualnya telah ditetapkan, 32% mengacu pada indeks harga batubara, sedangkan sisa 12% belum terjual,” kata Mulianto, Rabu (16/8).

Hingga akhir Juni 2023, total aset ITMG tercatat sebesar US$ 2,2 miliar dengan total ekuitas sebesar US$ 1,8 miliar. ITMG juga memiliki posisi kas dan setara kas yang solid, yakni sebesar US$ 1,0 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari