Ini penyebab lonjakan hingga 234 pasien baru positif corona di Jakarta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah pasien positif corona di Jakarta mengalami lonjakan drastis pada hari Selasa (9/6).

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyebut jumlah lonjakan kasus pada hari Selasa (9/6) sebanyak 234 kasus sehingga jumlah akumulatif 8.276 kasus positif corona di Jakarta.

Baca Juga: Update corona, kasus positif di Jakarta tren naik sejak PSBB transisi


"Penambahan jumlah kasus positif ini karena adanya pending sample dari beberapa laboratorium swasta, yang mana pada Sabtu dan Minggu libur. Karena itu pengerjaan pemeriksaan spesimen dilakukan pada hari Senin (8/6) sehingga hasil tes meningkat pesat pada pelaporan hari Selasa (9/6)," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati dalam konfrensi video Selasa (9/6). 

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga melaporkan adanya penambahan jumlah orang yang sembuh secara signifikan yakni sebanyak 164 orang, sehingga total 3.369 orang dinyatakan telah sembuh dari corona di Jakarta. 

Baca Juga: UPDATE corona di Jakarta Selasa (9/6) positif 8.276 sembuh 3.369 meninggal 549

Sedangkan 547 orang dilaporan meninggal dunia karena corona di Jakarta (dalam versi laporan di Pemerintah Pusat sebanyak 533). Jumlah orang meninggal ini bertambah sembilan orang dibandingkan dengan hari Senin (8/7)

"Sampai dengan hari ini kami laporkan, 1.442 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.918 orang melakukan self isolation di rumah," kata Ani

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 17.746 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona di Jakarta sebanyak 12.406 orang.

Ani Ruspitawati menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR untuk pengetesan corona di Jakarta. Caranya dengan membangun Laboratorium Satelit Covid-19, berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu dan RSUD Duren Sawit sejak 9 April 2020 serta membangun jejaring dengan 41 laboratorium pemeriksa Covid-19.

SELANJUTNYA>>>

Editor: Syamsul Azhar