Ini penyebab NPL Bank MNC capai 7,23% di 2017



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank MNC Internasional Tbk catat kerugian Rp 685 miliar sepanjang 2017. Kerugian ini berbanding terbalik dengan laba bersih Rp 9 miliar yang dicatat di 2016.

Hal ini berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang dikirimkan bank berkode emiten BABP ini ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Sabtu (31/3).

Rugi bersih ini salah satunya disebabkan oleh kenaikan NPL yang cukup tinggi 446bps menjadi 7,23% di 2017. Kontan.co.id, mencatat ada empat sektor yang menyumbang NPL terbesar di akhir 2017 lalu.


Empat sektor ini adalah perdagangan restoran hotel, konstruksi, jasa dunia usaha, dan perindustrian. Sebanyak 4 sektor ini menyumbang 73% dari total NPL Bank MNC di 2017.

Sektor penyumbang NPL pertama adalah perdagangan restoran dan hotel dengan kontribusi 21,6% dari total NPL atau Rp 111,3 miliar. NPL sektor ini naik tipis 1% dibandingkan 2016 lalu atau year on year (yoy).

Kedua adalah kredit konstruksi. Bisa dibilang NPL sektor ini mengalami kenaikan cukup pesat dibandingkan tahun lalu atau 1051% yoy menjadi Rp 75,3 miliar.

Ketiga adalah kredit jasa dunia usaha yang naik 396% yoy menjadi Rp 74,9 miliar. Keempat adalah kredit perindustrian yang naik 463% yoy menjadi Rp 113,6 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto