Ini penyebab penguatan IHSG sepekan



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan berhasil menguat. Sampai dengan Jumat (28/2), IHSG ditutup di level 4.620,22 atau menguat 1.12% dari hari sebelumnya. Namun, dibanding minggu lalu IHSG melemah 0,55%.

Hal ini bertolak belakang dengan pergerakan Bursa Asia selama sepekan. Terlihat dari indeks MSCI Asia Pasific yang bergerak ke level 138,04 atau menguat 0,46% dibanding minggu lalu. Dibanding hari sebelumnya, Bursa Asia melemah kurang dari 0,1%.

Analis Danpac Sekuritas, Teuku Hendry Andrean mengatakan, IHSG sempat terkoreksi di awal minggu. Namun, menjelang akhir minggu IHSG kembali menguat. "Penguatan dua hari terakhir lantaran ada pembagian deviden dari para emiten," katanya.


Selain itu, tren penguatan nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) turut mendukung penguatan IHSG. Menurut analis First Asia Capital, David Nathanael Sutyanto bilang, rilis kinerja emiten yang memaparkan hasil laba perusahaan mengangkat IHSG minggu ini.

"Sedangkan dari luar, Bursa Amerika Serikat terlihat positif," ujarnya. Secara teknikal, kata analis Batavia Prosperindo, Bennardi Dannadri, indikator stochastic sudah naik ke overbought. Indikator MACD cenderung uptrend, sedangkan bollinger gagal menyentuh upper bollinger band.

Pekan depan, Bennardi memprediksi IHSG akan melemah dan bergerak pada kisaran 4.510 - 4.665. Sedangkan Hendry menebak IHSG menguat dan bergerak diantara support 4.510 - 4.586 dan resistance 4.734 - 4.791. Demikian juga dengan David yang nenabk IHSG pekan depan akan menguat dan bergerak pada rentang 4.500 - 4.800..

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri