Ini penyebab produksi emiten batubara lebih efisien



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi virus corona yang sempat membuat harga minyak terpuruk ternyata memberikan sedikit dampak positif untuk emiten batubara.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) misalnya. Biaya tunai produksi batubara atawa cash cost perusahaan sepanjang paruh waktu kemarin sebesar US$ 32,4 per ton. Nilai ini turun 13,14% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Penurunan tersebut salah satunya akibat penurunan harga minyak," ujar Direktur BUMI Dileep Srivastava kepada Kontan.co.id, Selasa (1/9).


Baca Juga: Rata-rata harga jual emiten batubara turun, ini rekomendasi analis

Rendahnya harga minyak membuat biaya bahan bakar yang merupakan salah satu komponen utama biaya produksi turun. Sehingga, proses produksi bisa sedikit lebih efisien seiring dengan penurunan cash cost.

Selain rendahnya harga minyak, penurunan cash cost BUMI juga imbas berhasilnya negosiasi antara BUMI bersama kontraktor dan supplier. "Hingga akhir tahun kami upayakan cash cost tetap di level US$ 32 per ton," jelas Dileep.

BUMI bukan satu-satunya emiten yang mengalami tren penurunan cash cost

Andrey Wijaya, analis RHB Sekuritas memperkirakan, cash cost PT Bukit Asam Tbk (PTBA) hingga akhir tahun ini bahkan hanya US$ 30,7 per ton. Besaran tersebut merupakan hasil revisi dari estimasi sebelumnya, US$ 33 per ton. 

Biaya transportasi pengangkutan batubara PTBA menggunakan kereta setara 35% dari keseluruhan cost. "PTBA masih bisa menegosiasikan tarif angkutan yang lebih baik," tulis Andre dalam riset 31 Agustus.

Baca Juga: Proyeksi produksi batubara hingga 2024, terus naik dan akan tembus 628 juta ton

Terlebih, kapasitas pengangkutan batubara PTBA masih akan terus meningkat. Hingga 2024, kapasitasnya diperkirakan mencapai 40 juta ton per tahun. Adapun perkiraan kapasitas hingga akhir tahun ini sebesar 30 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari