JAKARTA. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mengeluarkan kajian survei ekonomi OECD Indonesia untuk tahun 2015. Sejumlah rekomendasi diberikan kepada pemerintah Indonesia agar memeperolah pertumbuhan yang inklusif dan berkesinambungan. Rekomendasi menghadapi tantangan kebijakan ekonomi makro. Pertama, Bank Indonesia (BI) perlu tetap mengambil sikap berhati-hati dalam hal kebijakan moneter dan makroprudensial dengan memerhatikan faktor eksternal dan internal. Kedua, meningkatkan penerimaan pajak pemerintah agar dapat mendanai kenaikan belanja pemerintah dalam jangka panjang. Implementasi kebijakan pertumbuhan yang inklusif dan berkesinambungan Pertama, tingkatkan belanja pemerintah untuk pembangunan infrastruktur. "Sangat mendesak untuk mendorong kuantitas dan kualitas infrastruktur," ujar Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria, Rabu (25/3).
Ini rekomendasi OECD pada pemerintah
JAKARTA. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mengeluarkan kajian survei ekonomi OECD Indonesia untuk tahun 2015. Sejumlah rekomendasi diberikan kepada pemerintah Indonesia agar memeperolah pertumbuhan yang inklusif dan berkesinambungan. Rekomendasi menghadapi tantangan kebijakan ekonomi makro. Pertama, Bank Indonesia (BI) perlu tetap mengambil sikap berhati-hati dalam hal kebijakan moneter dan makroprudensial dengan memerhatikan faktor eksternal dan internal. Kedua, meningkatkan penerimaan pajak pemerintah agar dapat mendanai kenaikan belanja pemerintah dalam jangka panjang. Implementasi kebijakan pertumbuhan yang inklusif dan berkesinambungan Pertama, tingkatkan belanja pemerintah untuk pembangunan infrastruktur. "Sangat mendesak untuk mendorong kuantitas dan kualitas infrastruktur," ujar Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria, Rabu (25/3).