Ini Rekomendasi Saham Merdeka Copper (MDKA) di Tengah Koreksi Harga Tembaga dan Nikel



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dibayangi prospek penurunan komoditas andalannya, yakni tembaga dan nikel. Analis MNC Sekuritas Alif Ihsanario mengatakan, dirinya tidak melihat upside signifikan terkait harga tembaga dan nikel.

Dari sisi pasokan (supply), kedua komoditas ini tetap lancar. “Namun permintaan dari China masih loyo,” kata Alif.

Dus, proyeksi dia, harga nikel kemungkinan besar berada di rentang pergerakan US$ 20.510 per ton sampai dengan  US$ 20.750 per ton. Sedangkan untuk tembaga berada di rentang US$ 8.380 per ton sampai  US$ 8.410 per ton.


Analis Ciptadana Sekuritas Asia Thomas Radityo menurunkan asumsi harga jual rata-rata alias average selling price (ASP). nikel MDKA sebesar 14,3% menjadi US$ 14.950 per ton dari sebelumnya US$ 17.450 per ton pada tahun ini.

Permintaan komoditas logam ini juga masih loyo. “Namun kami mengantisipasi naiknya permintaan nikel pada paruh kedua untuk produk stainless steel di China dan permintaan dari segmen kendaraan listrik. Peningkatan permintaan kendaraan listrik dari Amerika Serikat (AS) dan negara-negara uni Eropa akan mendorong konsumsi nikel global dan mendukung harga nikel,” kata Thomas.

Baca Juga: Merdeka Copper (MDKA) Akan Menerbitkan Obligasi Senilai Rp 2,55 Triliun

Hanya saja, Thomas menilai harga nikel masih diselimuti awan gelap. Hal ini tidak terlepas dari melimpahnya pasokan nikel. Bahkan, pada dua tahun ke depan, Thomas masih memperkirakan pasar nikel masih mengalami kondisi surplus, yang biasanya menyebabkan penurunan harga nikel.

Hanya saja, dia masih memperkirakan harga nikel di London Metal Exchange (LME) akan tetap berada di atas level US$ 20.000 per ton, didorong oleh berlanjutnya pengetatan pasar nikel kelas pertama.  

Dus, dia menurunkan harga benchmark nikel untuk tahun 2023 sampai 2025 masing-masing menjadi US$ 23.000, US$ 22.000, dan US$ 21.000 dari sebelumnya US$ 23.500, US$ 23.800, dan US$ 24.000 per ton dengan memperhitungkan kondisi surplus nikel.

 
MDKA Chart by TradingView

Namun, Thomas mengatrol estimasi harga jual rata-rata emas MDKA. Pada tahun ini, ASP emas MDKA diproyeksi sebesar US$ 1,982 per ons troi, naik 11,1% dari estimasi sebelumnya sebesar US$ 1.784 per ons troi.

Dengan demikian, Thomas menaikkan estimasi pendapatan MDKA sebesar 64,6% dari semula US$ 974,8 juta menjadi US$ 1,60 miliar untuk tahun ini.

Thomas merekomendasikan beli saham MDKA dengan target harga Rp  4.300. Pada perdagangan Kamis (20/7), saham MDKA naik 5,70% ke level Rp 3.340.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari