Ini rekomendasi untuk saham-saham yang banyak dibeli asing



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatan pada akhir perdagangan Rabu (3/6). IHSG melonjak 1,93% menuju level 4.941,01. Penguatan IHSG ini sejalan dengan investor asing yang mencatat pembelian bersih atau net buy sebesar Rp 1,50 triliun di seluruh pasar.

Adapun, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling banyak diborong asing dengan net buy Rp 962,39 miliar, kemudian saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai beli bersih Rp 127,02 miliar, saham PT Astra International Tbk (ASII) mencatat bei bersih Rp 85,91 miliar, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 79,72 miliar, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan total nilai beli bersih Rp 72,76 miliar.

Selanjutnya saham-saham yang diburu asing meliputi saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), saham PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).


Baca Juga: IHSG kembali menguat pada Rabu (3/6), berikut faktor pendorongnya

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, investor asing kembali masuk dan memborong saham-saham tersebut karena memang harganya sudah terbilang cukup murah. Dari pergerakan teknikal, dia melihat saham-saham seperti BBCA, TLKM, PWON, GGRM, dan INDF juga dapat dikoleksi. "Prospeknya ke depan secara teknikal cukup baik dan masih memiliki peluang untuk menguat," kata Herditya kepada Kontan.co.id, Rabu (3/6).

Sementara untuk perdagangan hari ini, Herditya memprediksi IHSG akan bergerak menguat terbatas dengan rentang 4.770-5.130. Menurut Didit, pelaku pasar bisa masuk pasar saat ini, tapi juga harus waspada akan adanya aksi profit taking.

Baca Juga: Rupiah menguat 2,2% ke Rp 14.095 per dolar AS disulut optimisme pasar

Maka dari itu, ia menyarankan investor agar lebih jeli melihat kesempatan dari perdagangan di IHSG. Pelaku pasar juga dapat melakuan profit taking apabila sudah melakukan pembelian saat IHSG terkoreksi. "Investor dapat memperhatikan pada pertengahan Juni, jika memang IHSG terkoreksi maka dapat masuk bertahap," tambahnya.

Kalaupun terjadi koreksi, dia memprediksi IHSG akan tergelincir mencapai level terdekat di area 4.600.

Baca Juga: IHSG diproyeksi menyentuh 5.000 pada perdagangan Kamis (4/6)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati