KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Singaraja Putra Tbk (SINI) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) perihal aksi akuisisi saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) yang merupakan anak usaha PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp 1,73 triliun atau 110,26% dari total aset emiten tersebut. Manajemen SINI memaparkan bahwa akuisisi KMS menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha dan peningkatan investasi di sektor pertambangan yang memiliki prospek pertumbuhan jangka menengah yang positif. Terlebih lagi, berdasarkan RUPTL 2025--2034, kebutuhan tenaga listrik nasional diproyeksikan tumbuh rata-rata sekitar 5,3% per tahun, sehingga batubara diperkirakan masih akan berperan penting dalam mendukung pasokan energi nasional dalam jangka menengah. "Akuisisi ini diharapkan dapat memperluas cakupan usaha perusahaan, memperkuat portofolio investasi di sektor pertambangan batubara, serta meningkatkan kontribusi pendapatan dan laba perusahaan," ungkap Manajemen SINI dalam keterbukaan informasi, Selasa (21/7/2026).
Ini Rencana Singaraja Putra (SINI) Usai Akuisisi Saham Kemilau Mulia Rp 1,73 Triliun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Singaraja Putra Tbk (SINI) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) perihal aksi akuisisi saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) yang merupakan anak usaha PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp 1,73 triliun atau 110,26% dari total aset emiten tersebut. Manajemen SINI memaparkan bahwa akuisisi KMS menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha dan peningkatan investasi di sektor pertambangan yang memiliki prospek pertumbuhan jangka menengah yang positif. Terlebih lagi, berdasarkan RUPTL 2025--2034, kebutuhan tenaga listrik nasional diproyeksikan tumbuh rata-rata sekitar 5,3% per tahun, sehingga batubara diperkirakan masih akan berperan penting dalam mendukung pasokan energi nasional dalam jangka menengah. "Akuisisi ini diharapkan dapat memperluas cakupan usaha perusahaan, memperkuat portofolio investasi di sektor pertambangan batubara, serta meningkatkan kontribusi pendapatan dan laba perusahaan," ungkap Manajemen SINI dalam keterbukaan informasi, Selasa (21/7/2026).