Ini Respons APPI Terkait Aksi Merger Oto Multiartha dan Summit Oto Finance



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsolidasi industri perusahaan pembiayaan kembali berlanjut. PT Summit Oto Finance (SOFN) dan PT Oto Multiartha (OTMA) resmi menyetujui rencana penggabungan usaha dengan Summit Oto Finance sebagai entitas penerima penggabungan.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menilai, aksi merger tersebut merupakan hal yang wajar di industri multifinance.

Menurutnya, penggabungan usaha dapat menjadi strategi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperbesar skala bisnis perusahaan.


Baca Juga: Pembiayaan Tumbuh 11,4% hingga Juli 2926, BCA Syariah Catat Aset Rp19,9 Triliun

“Itu wajar. Dua perusahaan dimerger untuk menjadi lebih gede dan lebih efisien. Itu juga sudah terjadi di BCA Finance,” kata Suwandi saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).

Suwandi mengatakan merger juga dapat menyederhanakan fungsi kontrol dan pengawasan perusahaan.

Dengan penggabungan dua entitas, sejumlah fungsi yang sebelumnya berjalan secara terpisah dapat dikelola dalam satu perusahaan.

“Mungkin sekarang perusahaan lebih banyak kontrol dan fungsinya, merger itu salah satu corporate action yang bisa dilakukan,” ungkapnya.

Rencana penggabungan Summit Oto Finance dan Oto Multiartha sebelumnya telah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Para pemegang saham kedua perusahaan juga telah memberikan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 September 2026.

Baca Juga: UMKM Hadapi Tantangan, Fintech Lending Perlu Lebih Selektif Salurkan Pembiayaan

Berdasarkan ringkasan keputusan RUPSLB Summit Oto Finance, perseroan akan menjadi entitas penerima penggabungan, sedangkan Oto Multiartha menjadi entitas yang menggabungkan diri.

“Para pemegang saham menyetujui penggabungan, di mana perseroan akan menjadi entitas yang menerima penggabungan dan PT Oto Multiartha akan menjadi entitas yang menggabungkan diri,” tulis manajemen Summit Oto Finance dalam keterbukaan informasi.

Manajemen Summit Oto Finance menyatakan penggabungan usaha diharapkan memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional dan kondisi keuangan perseroan sebagai entitas penerima penggabungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, perusahaan menyebut aksi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kelangsungan usaha perseroan.

Setelah proses penggabungan selesai, Oto Multiartha sebagai entitas yang menggabungkan diri akan berakhir dan bubar demi hukum pada 1 Oktober 2026 atau pada tanggal diperolehnya surat penerimaan pemberitahuan mengenai penggabungan dari Kementerian Hukum.

Baca Juga: APPI: Layanan BNPL Perusahaan Pembiayaan Masih Dibutuhkan Masyarakat

Merger kedua perusahaan tersebut menambah daftar aksi konsolidasi di industri multifinance. Sebelumnya, PT BCA Multi Finance juga telah bergabung dengan PT BCA Finance.

Suwandi mengatakan tren tersebut menunjukkan merger dapat menjadi salah satu pilihan perusahaan pembiayaan dalam melakukan penataan bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional.

Di sisi lain, OJK masih melihat peluang aksi merger dan akuisisi di industri multifinance ke depan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan, merger dan akuisisi dapat dilakukan sebagai bagian dari strategi penguatan permodalan, pemenuhan ketentuan, maupun pengembangan bisnis.

“Hal itu dilakukan sebagai bagian dari strategi penguatan permodalan, pemenuhan ketentuan yang berlaku, dan pengembangan bisnis,” ungkap Agusman.

Baca Juga: Laju Pertumbuhan Pembiayaan Syariah Masih Tertinggal dari Kredit Industri Perbankan

Menurut Agusman, tren merger dan akuisisi juga sejalan dengan semangat penguatan dan konsolidasi industri multifinance.

Konsolidasi diharapkan dapat memperkuat struktur industri sekaligus mendukung pemerataan akses pembiayaan kepada masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News