KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Bank Indonesia (BI) mencatat rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menunjukkan peningkatan dari 4,36% pada April dan 3,76% pada Desember 2024, menjadi 4,49% pada Mei 2025. Mengenai hal itu, Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menyampaikan, peningkatan NPL UMKM dapat berdampak terhadap industri penjaminan di Indonesia. Sekretaris Jenderal Asippindo Agus Supriadi menjelaskan peningkatan risiko kredit macet UMKM dapat membuat perusahaan penjaminan lebih selektif dalam memberikan penjaminan.
Ini Respons Asippindo Soal Rasio Kredit Bermasalah UMKM Meningkat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Bank Indonesia (BI) mencatat rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menunjukkan peningkatan dari 4,36% pada April dan 3,76% pada Desember 2024, menjadi 4,49% pada Mei 2025. Mengenai hal itu, Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menyampaikan, peningkatan NPL UMKM dapat berdampak terhadap industri penjaminan di Indonesia. Sekretaris Jenderal Asippindo Agus Supriadi menjelaskan peningkatan risiko kredit macet UMKM dapat membuat perusahaan penjaminan lebih selektif dalam memberikan penjaminan.
TAG: