Ini rincian penggunaan dana hasil IPO Widodo Makmur Unggas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Widodo Makmur Unggas bakal segera menghelat initial public offering (IPO). Perusahaan ini mengincar dana segar hingga Rp 2 triliun.

Berdasarkan informasi yang Kontan.co.id peroleh, dana hasil IPO sebagian besar akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini senilai Rp 1,87 triliun.

Widodo Makmur Unggas sudah membagi alokasi penggunaan capex untuk sejumlah ekspansi, diantaranya capex untuk breeding grand parent stock yang rencananya akan segera beroperasi bulan ini.


Capex juga akan dialokasikan untuk penambahan kapasitas tempat penetasan atawa hatchery di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang operasionalnya akan dilakukan secara bertahap.

Baca Juga: Widodo Makmur Unggas melalui Joglo Tumiyono bidik 1 juta agropreneur

Tahap pertama dan kedua operasional hatchery di Jawa Barat rencananya dimulai pada Mei dan Agustus mendatang. Kemudian, pengoperasian hatchery Jawa Tengah tahap pertama dan kedua masing-masing dijadwalkan pada Agustus dan Desember nanti.

Sebagian capex juga akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan broiler farm di Jawa Tengah. Fasilitas tahap kedua ini akan beroperasi pada Mei. Sementara, broiler farm di Jawa Barat akan beroperasi pada Juni.

Widodo Makmur Unggas juga rencananya akan menambah kapasitas feedmill dalam tiga tahapan. Tahap pertama dan kedua akan beroperasi pada Agustus, sedangkan tahap ketiga beroperasi September.

Dengan seluruh ekspansi tersebut, kapasitas produksi parent stock ditargetkan naik 239,2% secara tahunan untuk untuk ini. Kemudian, kapasitas hatchery akan melesat 246,1% secara tahunan.

Kapasitas lahan komersil Widodo Makmur Unggas juga akan naik 755,9%. Sementara, kapasitas rumah potong meroket 901,6%. Ini sejalan dengan sebagian capex yang juga dialokasikan untuk rumah potong yang rencananya akan beriperasi pada Maret mendatang.

Selanjutnya: Incar dana Rp 2 triliun, Widodo Makmur Unggas IPO bulan ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat