KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pergadaian mengungkapkan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi perolehan laba ke depannya. Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) menilai kinerja laba industri ke depannya akan dipengaruhi upaya-upaya yang akan dilakukan oleh perusahaan pergadaian. Sekretaris PPGI Holilur Rohman menerangkan faktor eksternal juga akan turut memengaruhi kinerja laba industri.
"Misalnya, harga emas, harga barang elektronik yang dipengaruhi nilai tukar, hingga permintaan dari masyarakat," katanya kepada Kontan, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga: Laba Industri Pergadaian Tembus Rp 8,57 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh 69,73% Untuk mempertahankan kinerja laba yang sejauh ini positif, Holilur menerangkan perusahaan pergadaian perlu memperkuat literasi, edukasi, dan promosi untuk menggaet nasabah baru dan mempertahankan nasabah yang ada. Dari sisi perusahaan pergadaian, PT Gadai ValueMax Indonesia menyebut salah satu faktor yang dapat memengaruhi perolehan laba adalah biaya dana atau
cost of fund. "Sebab, perubahan suku bunga acuan dan biaya pendanaan akan langsung berpengaruh terhadap margin perusahaan atau Net Interest Margin (NIM)," ungkap Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja kepada Kontan, Sabtu (10/10/2026). Brian mengatakan faktor lainnya adalah kualitas portofolio dan kemampuan nasabah melakukan pelunasan. Selain itu, dia bilang tingkat persaingan perlu diperhatikan, terutama dari sisi sewa modal dan taksiran. "Ditambah, biaya operasional, produktivitas cabang, dan pergerakan harga emas juga akan menjadi faktor yang perlu terus kami monitor dengan ketat," ucapnya.
Baca Juga: Pegadaian Berharap Pembentukan IBMA Bisa Jadi Wadah Penguatan Industri Bullion Meski ada faktor yang menghadang, Brian tetap sangat optimistis terhadap prospek industri pergadaian ke depannya. Akan tetapi, dia menyebut ke depan yang makin penting bukan hanya seberapa cepat perusahaan bisa tumbuh, melainkan seberapa sehat dan efisien pertumbuhan tersebut. Dalam hal itu, Brian menyampaikan target Gadai ValueMax adalah terus meningkatkan profitabilitas secara bertahap, sambil tetap menjaga kualitas pembiayaan dan memperkuat fondasi perusahaan untuk ekspansi jangka panjang. Sementara itu, PT Budi Gadai Indonesia asal Sumatera Utara (Sumut) membeberkan faktor yang dapat memengaruhi perolehan laba, antara lain kondisi ekonomi, daya beli, dan kebutuhan pembiayaan masyarakat, serta perkembangan harga emas yang dapat memengaruhi permintaan gadai. "Selain itu, persaingan di industri pergadaian juga menjadi tantangan yang perlu diperhatikan," ungkap Direktur PT Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring menerangkan kepada Kontan, Jumat (9/10). Dari sisi perusahaan, Budiarto mengatakan tantangannya adalah menjaga pertumbuhan pembiayaan tetap sehat, mempertahankan kualitas layanan atau pembiayaan dan barang jaminan. Ditambah, perlu mengendalikan biaya operasional.
Baca Juga: OJK Susun Rancangan PADK tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pergadaian "Oleh karena itu, perusahaan akan terus menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar dan kebutuhan nasabah agar pertumbuhan bisnis tetap berjalan dengan baik dan dapat mendukung peningkatan laba," tuturnya. Budiarto menyampaikan perusahaan menerapkan sejumlah strategi guna meningkatkan kinerja laba ke depannya. Salah satu strateginya adalah perusahaan akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah agar kepercayaan dan loyalitas nasabah tetap terjaga. Dia menerangkan perusahaan juga akan meningkatkan penyaluran pembiayaan yang sehat dan berkualitas, dengan tetap memperhatikan kemampuan nasabah dan kualitas barang jaminan. Ditambah, akan terus mengoptimalkan kinerja setiap cabang dan menjaga efisiensi operasional. Dengan strategi itu, Budiarto optimistis pertumbuhan pembiayaan dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap peningkatan laba perusahaan. Budiarto menyampaikan berdasarkan data hingga kuartal III-2026, perolehan laba Budi Gadai Indonesia bertumbuh 21,1% secara Year on Year (YoY). Sayangnya, tak disebutkan nilai yang dibukukan.
Baca Juga: Pegadaian Berharap Pembentukan IBMA Bisa Jadi Wadah Penguatan Industri Bullion Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, perolehan laba industri pergadaian mencapai Rp 8,57 triliun per Agustus 2026, atau tumbuh sebesar 69,73% secara YoY. Melihat perkembangan kinerja per Agustus 2026 tersebut, OJK optimistis masih terdapat ruang bagi industri pergadaian untuk mencatat pertumbuhan positif hingga akhir 2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News