Ini Sejumlah PR Bagi OJK untuk Kembangkan Pasar Modal Dalam Negeri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal punya pimpinan baru yang akan dilantik pada Rabu (20/7). Di bawah komando baru, OJK dinilai punya sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesi (AEI) Samsul Hidayat mengatakan, PR utama yang dihadapi  OJK saat ini adalah terus menata industri pasar modal yang terus tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu. 

OJK juga harus menciptakan industri pasar modal yang maju, sehingga mengubah paradigma dari semula alternatif pembiayaan menjadi jalur utama pembiayaan bagi dunia usaha.


Selain itu, PR OJK lainnya adalah menjadikan industri yang mengubah masyarakat yang semula berorientasi menabung, menjadi masyarakat Indonesia yang berorientasi investasi.

Baca Juga: Pimpinan Baru OJK Bakal Dilantik Besok (20/7), Ini Deretan PR Sektor Perbankan

“Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam industri pasar modal dengan peningkatan level literasi dan inklusi keuangan,” terang Samsul kepada Kontan.co.id, Selasa (19/7).

Sementara untuk pekerjaan rumah dari sisi pengawasan, Samsul menilai pengembangan dan penegakan hukum adalah aspek yang masih harus terus ditingkatkan.

AEI berharap, OJK dapat terus konsisten dan berkomitmen dalam melaksanakan semua rencana jangka panjang yang telah disusun. 

Di samping dapat mengantisipasi perkembangan baru yang saat ini menjadi perhatian banyak pihak, seperti industri yang bersahabat dengan aspek lingkungan alias ESG, rencana terkait carbon exchange, dan semakin berkembangan produk produk baru. Termasuk disrupsi digital yang juga mengancam bisnis proses dalam industri pasar modal.

“AEI mengucapkan selamat bertugas dan berkarya kepada DK OJK 2022 – 2027,” kata Samsul.

Asal tahu saja, tujuh Dewan Komisioner OJK yang akan dilantik besok adalah Mahendra Siregar sebagai Ketua DK OJK, Mirza Adityaswara sebagai Wakil Ketua DK OJK, Inarno Djajadi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Sophia Issabella Watimena sebagai Ketua Dewan Audit, Friderica Widyasari Dewi di Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Dian Ediana Rae sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, dan Ogi Prastomiyono sebagai Kepala Eksekutif Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi