Ini Siasat Bankir untuk Memacu Kredit Korporasi di Tahun 2024



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan optimistis penyaluran kredit korporasi tetap tumbuh positif di tahun ini, seiring dengan telah berakhirnya masa pemilihan umum (Pemilu). 

Hera F Haryn, EVP Corporate Communication PT Bank Central Asia menyebut, terkait prospek kredit ke depan, pada dasarnya pertumbuhan kredit perbankan nasional akan sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan masih resilience.

BCA juga berharap pertumbuhan kredit di 2024, termasuk kredit korporasi, masih akan mencatatkan pertumbuhan positif. Di tahun 2024, BCA menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 9-10%.


"Ditopang likuiditas yang memadai, BCA optimistis untuk senantiasa mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor, dan melangkah secara pruden di 2024," ungkap Hera kepada kontan.co.id, Selasa (26/3).

Baca Juga: Permintaan Kredit Korporasi Melesat pada Februari 2024, Ini Faktor Pendorongnya

Untuk diketahui, kredit ke segmen korporasi BCA tercatat tumbuh 15,0% secara tahunan mencapai Rp 368,7 triliun. Kontributor terbesar bagi pertumbuhan kredit korporasi berasal dari jasa keuangan hingga transportasi dan logistik. 

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah Kris Indriati juga menjelaskan pertumbuhan kredit korporasi tidak lepas dari iklim perekonomian nasional yang tumbuh positif sebesar 5,04% secara tahunan melampaui pertumbuhan penyaluran industri kredit perbankan pada 2023 sebesar 10,4%. 

Oleh karena itu, pihaknya optimistis kredit korporasi dapat tumbuh 9% sampai 10% di tahun ini ditopang sektor retailer, alutsista, financial services, dan pertambangan, serta menerapkan kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan.

Dalam mendongkrak bisnis tersebut, Bank Mandiri melakukan pendekatan ekosistem value chain, juga mengakselerasi sektor-sektor pembiayaan di tahun-tahun sebelumnya.

PT Bank HSBC Indonesia (HSBC) menargetkan kredit korporasi tumbuh 8-9% pada tahun ini. Managing Director dan Head of Wholesale Banking HSBC Indonesia Riko Tasmaya mengatakan, segmen wholesale banking bakal melaju pada semester II/2024 dan akan menjadi penopang pertumbuhan pada kredit korporasi.

Riko menjelaskan, faktor pendorong pertumbuhan kredit korporasi HSBC yakni, masuknya penanaman modal asing alias foreign direct investment (FDI) dan aktivitas ekspor impor.

Dalam mendongkrak kredit korporasi, HSBC Indonesia juga telah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari melakukan pendekatan ekosistem baterai kendaraan listrik, kesehatan, ekonomi digital hingga ESG.

Asal tahu saja, Bank Indonesia (BI) mencatat, kebutuhan pembiayaan korporasi pada Februari 2024 meningkat. Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT)  pembiayaan korporasi sebesar 11,1%, lebih tinggi dibanding SBT pada Januari 2024, yakni 6,5%.

Berdasarkan Laporan Survei Pembiayaan Perbankan Februari 2024 BI, pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan kebutuhan pada lapangan usaha pertanian, informasi dan komunikasi, serta real estate.

Baca Juga: Penarikan Fasilitas Kredit Akan Naik

BI memproyeksikan tiga bulan yang akan datang, atau Mei 2024 kebutuhan pembiayaan korporasi akan meningkat dengan SBT 36,2%, lebih tinggi dibanding periode April 2024 (SBT 29,3%). 

Peningkatan kebutuhan pembiayaan diperkirakan terjadi pada lapangan usaha informasi dan komunikasi, industri pengolahan, serta penyedia makan minum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi