Ini Spesifikasi Mahindra Scorpio Pikap, Kandidat Mobil Koperasi Merah Putih



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada tahun ini pemerintah akan mengimpor 35.000 unit pikap Mahindra Scorpio untuk proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Kabar ini diumumkan pada keterangan tertulis di laman resmi Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M).

Pada keterangan tersebut tertulis bila pesanan impor tersebut dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta, mengatakan, pikap Scorpio dirancang untuk berkinerja dalam kondisi sulit dan untuk menjaga biaya operasional seminim mungkin.

Baca Juga: GAIKINDO Klaim Industri Otomotif Siap Penuhi Permintaan Kendaraan Komersial

"Sejalan dengan filosofi Rise Mahindra, kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk memungkinkan kemakmuran dan mendukung prioritas nasional," katanya dikutip dari keterangan resmi, Kamis (20/2/2026).

Mahindra belum berniat luncurkan produk baru dalam waktu dekat

Lebih lanjut, pikap Scorpio diproduksi di Pabrik Nashik yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional dari jalan pedesaan yang kasar hingga jalan setapak di pertanian.

Mahindra sendiri bukanlah merek yang asing bagi Indonesia, sebab mereka asal India ini silih datang dan pergi.

Mahindra pernah sempat hadir pada era 90-an dan 2013,  lalu kembali masuk pada 2019 melalui RMA Group, dengan produk unggulan pikap Scorpio yang kini akan diimpor untuk Koperasi Merah Putih. 

Secara spesifikasi, pikap Scorpio menggunakan mesin 2.2 L mHawk yang memiliki tenaga hingga 140 tk dan torsi 320 Nm. Mobil ini hanya tersedia pilihan transmisi manual 6-percepatan. Namun, ada dua mode kendara yang ditawarkan, yakni 2WD dan 4WD.

Untuk kontrol dan kemiringan yang lebih curam, Scorpio Pikup hadir dengan mode 4Low yang memberikan kemampuan crawl mode tanpa intervensi pengemudi.

Baca Juga: Autopedia (ASLC) Optimistis Penjualan 2026 Tumbuh Dobel Digit Jelang Momentum Lebaran

Mahindra kembali beroperasi di Indonesia

Baca Juga: Pasar SUV Kian Ketat, Pengalaman Kepemilikan Menjadi Pertimbangan Konsumen

Kemampuannya membawa beban diklaim mencapai 1,2 ton, dengan kemampuan penarik maksimum hingga 2,5 ton.

Kaki-kakinya sudah dibekali dengan ban tipe MT (Mud Terrain). Lubang udara di atas kap mesin juga meningkatkan tampilannya jadi lebih sporty. Dari segi hiburan, layar sentuh infotainment dan kamera belakang sudah diaplikasikan di mobil ini.

Terkait harga, pada peluncurannya di Indonesia pada 2019,  untuk model single cabin, dibanderol Rp 278 juta. Sedangkan untuk double cabin, dibanderol Rp 318 juta.

Selanjutnya: Banyak Alternatif Investasi Bikin ORI029 Kurang Terserap

Menarik Dibaca: Bitcoin Sempat Terseret Lagi ke US$ 66.000, Ini yang Harus Diantisipasi Investor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News