KONTAN.CO.ID - Lockheed Martin memperkenalkan Patriot ACE (
PAC-3 Adapted Capability Effector), rudal pencegat (
interceptor) terbaru untuk sistem pertahanan udara Patriot yang diklaim memiliki harga jauh lebih murah. Rudal ini diumumkan dalam ajang
Farnborough International Airshow di Inggris, Senin (20/7), sebagai solusi untuk memenuhi lonjakan kebutuhan sistem pertahanan udara di Amerika Serikat dan Eropa. Mengutip laporan
Reuters, permintaan terhadap rudal pencegat meningkat tajam sejak perang Rusia-Ukraina dan konflik di Timur Tengah memicu serangan rudal dalam skala besar.
Baca Juga: Konflik Iran-AS Kian Panas, Transfer Minyak di Teluk Oman Melambat Spesifikasi Patriot ACE
Patriot ACE merupakan rudal pencegat baru yang dikembangkan untuk melengkapi keluarga sistem pertahanan udara Patriot. Lockheed Martin merancang rudal ini agar mampu menghadapi berbagai ancaman udara dengan biaya produksi yang jauh lebih rendah dibandingkan
interceptor Patriot yang digunakan saat ini. Menurut Lockheed Martin, Patriot ACE dirancang untuk mencegat beberapa jenis sasaran, yaitu:
- Pesawat tempur.
- Rudal jelajah (cruise missile).
- Rudal balistik jarak pendek.
- Rudal balistik kelas menengah.
Presiden
Lockheed Martin Missiles and Fire Control, Tim Cahill, menjelaskan bahwa Patriot ACE memang difokuskan untuk menghadapi ancaman rudal dan pesawat, bukan drone. "Patriot ACE dirancang untuk menghadapi target yang terbang di udara seperti pesawat dan rudal jelajah, termasuk rudal balistik jarak pendek hingga kelas menengah. Rudal ini bukan dirancang untuk menghadapi drone," ujarnya, seperti dikutip
Reuters. Secara umum, Patriot ACE diyakini mampu menjadi pelengkap rudal Patriot yang sudah ada, terutama untuk menghadapi ancaman udara yang tidak memerlukan kemampuan intersepsi paling canggih.
Baca Juga: Bulgaria Minta Restu Parlemen untuk Tempatkan Pesawat Tanker Militer AS Harga Patriot ACE Jauh Lebih Murah
Lockheed Martin memperkirakan harga Patriot ACE kurang dari separuh rudal
PAC-3 Missile Segment Enhancement (PAC-3 MSE), yang saat ini menjadi
interceptor paling canggih dalam sistem Patriot. Sebagai perbandingan, berdasarkan dokumen anggaran Angkatan Darat Amerika Serikat, satu rudal PAC-3 MSE memiliki harga sekitar US$ 4 juta atau sekitar Rp 71,7 miliar. Untuk menekan biaya, Lockheed Martin menyederhanakan sejumlah komponen yang selama ini menjadi penyumbang biaya terbesar pada rudal Patriot.
Komponen yang disederhanakan meliputi motor roket berbahan bakar padat sebagai sistem pendorong dan
seeker, yakni sensor yang berfungsi mendeteksi sekaligus melacak sasaran. Meski demikian, Patriot ACE tetap dikembangkan untuk menjadi bagian dari sistem pertahanan udara Patriot dan tidak dimaksudkan menggantikan PAC-3 MSE. Lockheed Martin menargetkan produksi awal Patriot ACE dapat dimulai pada 2028. Perusahaan juga berencana menggandeng mitra industri di Amerika Serikat dan Eropa dalam proses pengembangan maupun produksinya.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Topang Kinerja Emiten Kimia Eropa Sementara