Ini strategi Adira Insurance untuk capai target premi Rp 2,7 triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga kuartal III-2018, Adira Insurance mencatatkan pendapatan premi bruto sebesar Rp 1,9 triliun. Pendapatan ini naik 13% dari Rp 1,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu

Di sisa waktu menjelang akhir tahun, Direktur Adira Insurance Julian Noor optimistis bisa mencapai target premi 2018 sebesar Rp 2,7 triliun. "Optimisnya sampai akhir tahun akan mencapai target," kata Julian saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (10/12).

Dari Rp 1,9 triliun itu, asuransi kendaraan bermotor berkontribusi sebesar 59% dengan nilai Rp 1,2 triliun. Pendapatan ini naik 16% secara dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.


Sementara itu, asuransi non-kendaraan bermotor seperti asuransi rumah dan kesehatan menyumbang 41% pendapatan premi bruto.

Guna mencapai target tahun ini, Julian bilang, renewal atau perpanjangan masa asuransi menjadi strategi yang cukup berkontribusi pada pendapatan premi bruto perusahaannya.

Menurut dia, untuk polis-polis yang produk asuransinya sudah cukup bagus dan tidak perlu ada tambahan, maka Adira Insurance akan melakukan renewal. "Kalau nasabah belum mendapatkan coverage yang cukup komprehensif, kami akan melakukan follow up agar mendapatkan coverage yang lebih bagus dan sesuai dengan kebutuhan nasabah," kata dia.

Menurut Julian, perusahaannya menyediakan pilihan asuransi dengan jangka waktu tahunan dan lebih dari satu tahun. Apabila nasabah mengambil asuransi untuk jangka waktu tiga tahun misalnya, maka tiap tahun asuransi tersebut akan secara otomatis diperpanjang.

Kemudian, Adira Insurance juga menyediakan asuransi dengan jangka waktu satu tahun yang perlu dilakukan renewal tiap habis masa berlakunya. "Jadi otomatis peluangnya sangat besar untuk dilajukan lagi renewal di tahun depannya," ucap Julian.

Ia mengatakan porsi nasabah yang mengambil asuransi dengan jangka waktu tahunan mencapai 70%-80%, sedangkan yang lebih dari setahun mencapai 20%-30%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi