KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk (
BBHI) mengungkapkan, kondisi likuiditasnya tetap terjaga dengan sehat di awal tahun 2026 ini. Ada beberapa strategi yang diterapkan Allo Bank guna menjaga likuiditas. Digital Strategy Head Allo Bank, Destya D. Pradityo mengatakan, salah satu strateginya adalah optimalisasi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) secara konsisten. Sama seperti tahun sebelumnya, Allo Bank masih menawarkan suku bunga simpanan yang kompetitif bagi nasabahnya. Suku bunga yang tinggi dinilai mampu mendorong pertumbuhan bank digital di masa ekspansi.
"Bunga simpanan yang kompetitif memang masih menjadi salah satu instrumen strategis untuk menjaga pertumbuhan DPK dan memperkuat stabilitas likuiditas," kata Destya kepada Kontan, Rabu (15/4/2026).
Baca Juga: Begini Respons BRI Soal Penghapusan Catatan Kredit Kecil di SLIK Meski begitu, Destya menyebut, Allo Bank akan mulai mengubah strategi penghimpunan dana. Ke depannya, fokus Allo Bank adalah meningkatkan porsi dana murah (CASA) melalui penguatan transaksi harian, QRIS, pembayaran digital, dan integrasi ekosistem. Allo Bank juga tetap membuka opsi sumber pendanaan lain sesuai peluang yang ada, termasuk kerja sama dengan perseroan lain maupun melalui instrumen pasar. Selain penghimpunan DPK, Destya juga menyebut banknya berhasil menjaga likuiditas dengan lebih selektif menyalurkan kredit di awal tahun ini. Destya bilang, sikap selektif dalam penyaluran kredit ini disebabkan oleh kondisi pasar yang masih belum menentu. Ia menilai, ketidakpastian ekonomi telah membuat konsumen maupun pelaku usaha lebih hati-hati dalam ekspansi bisnis. Destya menambahkan, sampai saat ini, DPK Allo Bank tercatat sebesar Rp 8,4 triliun, sementara kredit yang disalurkan mencapai Rp 8,64 triliun. Jika dihitung, maka
rasio kredit terhadap simpanan atau loan deposit ratio (LDR) Allo Bank sebesar 102,86%.
Rasio LDR itu terhitung turun jauh jika dibandingkan pada Februari 2026, di mana LDR Allo Bank masih tercatat di 123,91%. Untuk diketahui, regulator menetapkan rasio LDR yang sehat berada di bawah angka 92%. "Di tahun 2026 ini, likuiditas Allo Bank berada dalam kondisi yang semakin sehat dan lebih kuat dibanding periode yang sama tahun lalu," kata Destya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News