Ini Strategi BCA Menjaga Permodalan Sampai Akhir 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat sebesar 27,5% pada kuartal III-2026. Angka ini turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 29,9%, tetapi meningkat dari posisi kuartal II-2026 yang sebesar 26,8%.

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan, tingkat permodalan perseroan masih berada dalam kondisi yang kuat. Dengan CAR sebesar 27,5% per September 2026, BCA masih memiliki ruang yang memadai untuk menopang pertumbuhan bisnis.

Vera menjelaskan, CAR minimum yang berlaku bagi BCA berada di kisaran 14,5%. Dengan demikian, posisi CAR perseroan saat ini masih jauh di atas batas minimum tersebut.


Baca Juga: Saham Bank Himbara Melemah pada Perdagangan Sesi I Rabu (28/10), BBCA Diincar Asing

“Jadi ruang untuk menopang pertumbuhan melalui permodalan di BCA itu masih sangat bagus,” ujar Vera dalam paparan kinerja BCA, Selasa (27/10/2026).

Untuk akhir 2026, BCA memproyeksikan CAR berada di kisaran 27,4%, tidak jauh berbeda dari posisi September 2026.

Vera menambahkan, mulai tahun ini BCA membagikan dividen interim secara kuartalan. Pembagian dividen tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam pengelolaan permodalan perseroan.

Meski melakukan pembagian dividen interim pada September 2026, BCA memperkirakan CAR tetap terjaga di kisaran 27% hingga akhir tahun, dengan dukungan pertumbuhan laba.

Baca Juga: CIMB Niaga Catat Laba Bersih Rp 4,51 Triliun Pada September 2026

“Dengan pertumbuhan laba dan pembagian dividen interim, CAR tetap terjaga stabil di kisaran 27%,” kata Vera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News