KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri semen dalam negeri masih menghadapi tekanan berat akibat kelebihan kapasitas dan pelemahan permintaan. Kondisi ini membuat tingkat utilisasi produksi nasional hanya berada di sekitar 51%, sementara permintaan tercatat turun sekitar 2%–2,5% pada 2025. Di tengah situasi tersebut, PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) melalui merek Semen Merah Putih memilih strategi berbeda untuk menjaga kinerja bisnis. Perusahaan menitikberatkan pada integrasi sistem bisnis berbasis keberlanjutan (sustainability) guna meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Kinerja Keuangan Membaik di Tengah Tekanan Industri
Strategi efisiensi yang diterapkan CMNT mulai menunjukkan hasil positif. Sepanjang 2025, pendapatan perusahaan tumbuh 1,35% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 8,97 triliun. Di sisi lain, perusahaan juga berhasil menekan berbagai beban operasional dan keuangan. Baca Juga: Pefindo Sematkan Peringkat idA untuk Cemindo Gemilang (CMNT), Prospek Stabil Hasilnya, rugi bersih CMNT menyusut signifikan menjadi Rp 150,26 miliar, dari sebelumnya Rp 716,25 miliar. Perbaikan ini mencerminkan efektivitas langkah efisiensi yang dijalankan di tengah kondisi industri yang masih lesu.Efisiensi Energi Lewat Teknologi WHRS
Salah satu pilar utama efisiensi CMNT adalah implementasi Waste Heat Recovery System (WHRS). Teknologi ini mampu menyuplai sekitar 24% kebutuhan energi produksi klinker, sekaligus menekan emisi karbon hingga sekitar 100.000 ton CO₂. Selain itu, konsumsi listrik juga berhasil ditekan sekitar 3 kWh per ton klinker. Penerapan teknologi ini menjadi bagian penting dari strategi dekarbonisasi perusahaan di sektor semen yang dikenal padat energi.Efisiensi Rantai Pasok dan Produk Rendah Karbon
Efisiensi juga diperluas ke sektor rantai pasok melalui integrasi distribusi serta penggunaan kendaraan listrik. Langkah ini diklaim mampu menurunkan emisi hingga sekitar 8.500 ton CO₂ per tahun. Dari sisi produk, CMNT terus meningkatkan portofolio semen rendah karbon. Saat ini, sekitar 81% produk perusahaan merupakan non-Ordinary Portland Cement (non-OPC), lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang berada di kisaran 71%. Produk hydraulic cement bahkan mencatat pertumbuhan signifikan hingga 636,5% pada 2025, menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap produk yang lebih ramah lingkungan.Ekspansi Ekspor ke Pasar Global
Selain memperkuat pasar domestik, CMNT juga memperluas ekspansi ekspor melalui unit trading Aastar. Head of Trading Aastar, Samar Gurung, menyebut bahwa permintaan global kini tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga aspek keberlanjutan dan keandalan pasokan.CMNT Chart by TradingView