Ini strategi Danau Toba kejar pengakuan Unesco



KONTAN.CO.ID - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut untuk terus melestarikan kebudayaan di Indonesia, termasuk di daerah Danau Toba, masyarakat harus kompak. "Kita itu orang Batak harus kompak, orang Indonesia harus kompak. Perbedaan kita banyak, tetapi itu justru harus memperkuat kita," ujarnya. Menteri Pariwisata Arief Yahya juga bilang untuk menjadi destinasi kelas dunia, Danau Toba harus memperhatikan atraksi, akses dan amenitas. Lebih lanjut Mantan Dirut Telkom itu mengatakan Danau Toba itu geopark, dan harus mendapat pengakuan dari UNESCO sehingga Danau Toba mendapat pengakuan dari dunia. Arief menuturkan hal pertama terkait atraksi agar tingkat dunia, Geopark Kaldera Danau Toba harus diakui UNESCO. Kedua, Aksesibilitasnya harus dunia, bandara internasional, yang ketiga amenitas telah disiapkan lahan seluas 602 hektar berlokasi di Sibisa, Kabupaten Toba Samosir, untuk nantinya dikembangkan menjadi integrated resort seperti di Nusa Dua, Bali. "Bagi para bupati di sekitar Danau Toba boleh mengusulkan kawasan baru, kalo kita kompak danau toba bisa menjadi destinasi kelas dunia, Horas! Horas! Horas!,”pungkas Arief Yahya dalam keterangan yang diterima KONTAN, Selasa (12/9).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Dessy Rosalina