Ini Strategi Darya-Varia (DVLA) Capai Pertumbuhan Kinerja di Atas Rata-Rata Pasar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) menargetkan pertumbuhan kinerja tahun ini dapat tetap tumbuh di atas rata-rata pasar. Optimisme sejalan dengan pencapaian positif perusahaan di tahun sebelumnya. 

Merujuk laporan keuangan, Darya-Varia tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 2,23 triliun pada 2025. Angka ini meningkat 6,89% dibandingkan pendapatan 2024 senilai Rp 2,08 triliun. 

Presiden Direktur Darya-Varia, lan Kloer menyampaikan, target yang dibidik perusahaan sejalan dengan strategi perusahaan yang menekankan pertumbuhan berkelanjutan melalui diversifikasi bisnis dan inovasi produk.


Baca Juga: Penjualan usmile Indonesia Meningkat 182% Saat Ramadan

“Sama seperti yang kami sampaikan pada saat kami RUPS kami tahun lalu juga kita sebutkan bahwa Darya Faria selalu berupaya untuk memastikan pertumbuhan kita selalu di atas pertumbuhan rata-rata pasar,” ungkap Ian, kepada media, Selasa (7/4/2026).

Untuk mencapai target tersebut, DVLA mengandalkan sejumlah strategi, termasuk ekspansi ke lini bisnis baru seperti alat kesehatan, serta pengembangan produk inovatif.

Menurutnya, di tengah situasi ketidakpastian geopolitik global seperti saat ini, pihaknya menekankan pentingnya menjalankan strategi yang tepat. Harapannya, perseroan bisa tetap tumbuh positif meskipun dihadapkan sejumlah tantangan. 

Dari sisi kinerja, Ian mengklaim DVLA mencatat pertumbuhan yang masih solid pada kuartal pertama 2026. Perusahaan menyebut realisasi pertumbuhan masih melampaui rata-rata industri.

“Kuartal pertama tahun ini kita masih bertumbuh jauh di atas pasar jadi pertumbuhan kita masih cukup optimis di kuartal satu ini,” ujarnya.

Adapun, kontributor utama kinerja perusahaan masih berasal dari segmen consumer health dan obat resep.

Baca Juga: Hipan: Harga Komponen untuk Produksi Alas Kaki Naik hingga 20%

Selain itu, DVLA juga mulai mengembangkan lini bisnis alat kesehatan sebagai sumber pertumbuhan baru. Meski kontribusinya masih belum signifikan dalam jangka pendek, ia optimistis inovasi ini berpotensi untuk menjadi sumber penggerak pertumbuhan ke depan.

Pada akhir tahun lalu, DVLA meluncurkan DiViLab, perangkat kesehatan berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan masyarakat melakukan pemeriksaan mandiri. Perangkat ini mengintegrasikan pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat dalam satu sistem.

“Jadi masih terlalu dini karena baru launching, jadi itu menjadi salah satu inisiatif kami untuk kedepannya menambah penopang bisnisnya Darya Faria secara keseluruhan,” paparnya.

Dalam pengembangan alat kesehatan, DVLA juga menekankan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang tinggi melalui kerja sama dengan mitra industri. Menurutnya, saat ini porsi TKDN alkes garapan DVLA sudah di atas 40%. 

Di sisi lain, perseroan mencermati dinamika geopolitik global yang berpotensi memberi tekanan terhadap industri farmasi, khususnya dari sisi biaya produksi dan rantai pasok bahan baku.

Meski demikian, perusahaan menilai dampak tersebut masih dapat diantisipasi melalui langkah pengamanan pasokan dan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Untuk saat ini belum ada signifikan impact tapi kita sudah mengambil langkah-langkah tertentu untuk mengamankan kebutuhan raw material dan packaging material, kita mengantisipasi situasi yang ada,” tandasnya. 

Sebagai tambahan informasi,hingga akhir Desember 2025, DVLA tercatat membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 163,94 miliar, meningkat dibandingkan Rp 156,14 miliar di tahun sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News