KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Risiko siber masih terjadi di Indonesia dan menyasar berbagai lini, tak terkecuali industri jasa keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan menyampaikan risiko siber juga menjadi perhatian bagi industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar). Fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) menyebut risiko siber dan keamanan data memang menjadi tantangan bagi industri. Direktur Utama Samir Handy Juniandri mengatakan hal tersebut juga sudah disampaikan regulator bahwa fintech lending perlu menjaga keamanan siber dan data pengguna, di tengah pembiayaan industri yang terus tumbuh.
Ini Strategi Fintech Samir untuk Menjaga Keamanan Siber dan Data Pengguna
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Risiko siber masih terjadi di Indonesia dan menyasar berbagai lini, tak terkecuali industri jasa keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan menyampaikan risiko siber juga menjadi perhatian bagi industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar). Fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) menyebut risiko siber dan keamanan data memang menjadi tantangan bagi industri. Direktur Utama Samir Handy Juniandri mengatakan hal tersebut juga sudah disampaikan regulator bahwa fintech lending perlu menjaga keamanan siber dan data pengguna, di tengah pembiayaan industri yang terus tumbuh.