Ini strategi Hankook Tire menghadapi dampak virus corona



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi virus corona menghantam industri secara global termasuk produsen ban asal Korea Selatan, Hankook Tire. Sejumlah strategi sudah disiapkan guna menghadapi hal tersebut.

Hyun Shick Cho, Vice Chairman Hankook Technology Group menjelaskan, untuk melindungi pemegang saham akibat sentimen negatif tersebut, Hankook Technology Group mempersiapkan 50 miliar won untuk melakukan buyback saham perusahaan dalam enam bulan ke depan.

Perusahaan ini juga akan meningkatkan besaran dividennya secara tajam. Hankook Technology Group membayarkan dividen tunai tahun buku 2019 sebesar 350 won per saham atau setara Rp 4.601 per saham, meningkat tajam dari tahun 2018 sebesar KRW 300 per saham.


Baca Juga: Produsen ban Hankook bidik penjualan KRW 7,2 triliun tahun ini

Hankook Tire akan terus melakukan upaya peningkatan nilai pemegang saham melalui pengembangan kebijakan pengembalian untuk pemegang saham dengan rencana investasi dan pertimbangan kondisi pasar.

Dengan peringkat kredit AA, Hankook Tire memiliki arus kas yang stabil. Sebagian besar investasinya dialokasikan untuk investasi fasilitas dan dananya bersumber dari pendapatan internal. “Kami akan terus berinovasi pada area bisnis yang sudah berjalan, membuka investasi baru atau mempertimbangkan kesempatan merger dan akuisisi bergantung dari struktur finansial perusahaan yang kokoh, untuk memperkuat daya saing masa kini dan masa yang akan datang,” terang Hyun dalam keterangan resmi, Jumat (27/3).

Baca Juga: Hankook Tire kembali jadi ban resmi kendaraan komersial Scmitz Cargobull

Hankook Tire berencana untuk menjual properti perusahaan yang pasif, seperti gudang logistik di Pulau Yeongdo, Busan, dan nantinya menggunakan hasil penjualan tersebut untuk membeli mesin produksi baru.

Di samping itu, Hankook berupaya mencapai pertumbuhan penjualan dan meningkatkan pangsa pasar dan keuntungan dengan menambahkan jalur distribusi pasar domestik dan pasar global seperti Amerika Serikat dan Eropa.

“Industri automobile di Eropa, Amerika Serikat, bahkan global tengah menghadapi situasi sulit seiring penutupan sejumlah pabrik dan pengurangan jalur distribusi sebagai dampak dari wabah Covid-19. Penurunan pendapatan perusahaan juga tidak terhindarkan, namun kami meyakini situasi ini merupakan jangka pendek dan kami akan bersiap untuk memperbaiki keadaan secepatnya setelah wabah ini berakhir,” terang Hyun.

Editor: Wahyu T.Rahmawati