Ini Strategi Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) untuk Kerek Penjualan Semen



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menyiapkan sejumlah strategi untuk memaksimalkan bisnis tahun ini. Salah satunya lewat upaya perluasan footprint ke sejumlah wilayah di Indonesia untuk meningkatkan penjualan semen.

Corporate Secretary Indocement Tunggal Prakarsa Dani Handajani mengatakan bahwa INTP menyewa pabrik dan beberapa terminal semen dari PT Semen Bosowa untuk memperluas footprint ke wilayah timur Indonesia

Strategi ini diklaim berdampak positif terhadap penjualan semen INTP di bagian timur Indonesia.


“Kami juga menambah terminal semen di Samarinda untuk mendukung kebutuhan semen pada pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Kalimantan Timur,” ungkap Dani, kepada Kontan.co.id, Senin (11/9).

Kemudian, Indocement juga memindahkan floating terminal dari Konawe ke Kuala Tanjung sejak Agustus 2022  guna memenuhi pasar Sumatera. Langkah ini  dinilai efektif untuk meningkatkan pangsa pasar mereka di Sumatra Utara.

Baca Juga: Indocement (INTP) Gandeng Krakatau Posco untuk Penuhi Bahan Baku Semen Hijau

Penjualan semen INTP selama tujuh bulan pertama  2023 mencapai 9,1 juta ton. Realisasi ini naik 8% dibandingkan dengan penjualan tujuh bulan pertama tahun 2022 sebesar 8,4 juta ton.

INTP masih optimistis bahwa pertumbuhan konsumsi semen domestik pada tahun 2023 dapat mencapai kurang lebih 2%. Optimisme ini didorong oleh beberapa faktor, yakni berjalannya pembangunan infrastruktur milik pemerintah termasuk IKN, pembangunan proyek swasta, dan  kondisi cuaca yang relatif kering.

Dani juga menyebutkan bahwa secara tren, konsumsi semen pada akhir tahun biasanya lebih baik dibandingkan awal tahun. “Hal ini tidak lepas dengan berjalannya beragam proyek karena pemerintah dan pihak swasta sedang menghabiskan budget tahunan,” lanjutnya.

Merujuk catatan KONTAN, hingga semester pertama lalu, Indocement telah menyerap dana belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 363 miliar. Angka ini setara 30,25% dari total target penyerapan capex INTP yang sebesar Rp 1,2 triliun.

 
INTP Chart by TradingView

Sebagai gambaran, INTP  membukukan pendapatan sebesar Rp 7,97 triliun per semester I-2023. Realisasi tersebut naik 15,32% yoy dari pendapatan di semester pertama 2022 yang hanya Rp 6,91 triliun.

Kenaikan angka pendapatan turut mendorong perolehan laba bersih perusahaan. Hingga akhir Juni 2023, laba bersih INTP melesat 139,5% menjadi Rp 698,43 miliar, dari laba bersih di periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp  291,54 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari