KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lautan Luas Tbk (
LTLS) meracik sejumlah strategi untuk kembali mengerek naik pendapatan pada tahun 2026. Emiten yang bergerak di industri kimia ini mengejar target pertumbuhan pendapatan sekitar 8% - 10% dibandingkan tahun lalu. Investor Relations Manager Lautan Luas, Eurike Hadijaya Sulendra mengatakan bahwa sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, LTLS juga ingin mendongkrak perolehan
bottom line. LTLS berupaya mencapai level laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan kisaran 2,3% - 2,5% dari total pendapatan. Guna mencapai target tersebut, rencana ekspansi dan pengembangan bisnis LTLS antara lain mencakup segmen bahan makanan (
food ingredients) dan pengolahan air. LTLS berencana memperluas lini bisnis
food ingredients dengan meluncurkan produk-produk baru yang khusus menyasar segmen hotel, restoran dan cafe (horeca) sebagai upaya memenuhi permintaan pasar yang semakin berkembang di sektor terkait.
Baca Juga: BRINS Siagakan Posko dan Bengkel Mudik, Antisipasi Risiko Perjalanan hingga Aset Di sisi lain, LTLS melalui anak usahanya berkomitmen untuk memperkuat kapabilitas serta memperluas jaringan layanan di bidang
Engineering, Procurement, and Construction (EPC), serta
Operation, Maintenance, and Monitoring (O&M) untuk sistem pengolahan air. Sedangkan untuk segmen bahan kimia, LTLS akan memfokuskan pengembangan pada produk-produk
specialty chemicals yang memiliki nilai tambah tinggi. Produk-produk ini tidak hanya memberikan margin yang lebih baik, tetapi juga memperkuat posisi LTLS di pasar melalui solusi yang lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan industri pelanggan. "Strategi ini sejalan dengan upaya Perseroan dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan serta memperkuat daya saing di tengah dinamika industri kimia global," kata Eurike saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (17/3/2026). Tak hanya di dalam negeri, LTLS juga ingin melebarkan sayap bisnisnya di pasar ekspor. Saat ini, segmen
food ingredients dan
water treatment chemicals masih menjadi fokus utama LTLS untuk pengembangan pasar ekspor.
Baca Juga: KKP Catat Ekspor Perikanan Tembus Rp 16,7 Triliun hingga Jelang Lebaran 2026 Ekspansi terutama ditujukan ke negara di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN. "Terkait kontribusi ekspor terhadap kinerja Perseroan, saat ini masih dalam tahap pengembangan sehingga besaran kontribusinya belum dapat ditentukan secara pasti dan akan terus dievaluasi sejalan dengan progres penetrasi pasar dan realisasi penjualan," terang Eurike. Guna mendukung berbagai strategi bisnisnya, LTLS menyiapkan belanja modal alias
capital expenditure (capex) sekitar Rp 500 miliar. Capex LTLS pada tahun ini akan digunakan untuk pengembangan fasilitas manufaktur pada
food ingredients, peremajaan gudang dan mesin, penambahan kendaraan logistik, serta pembangunan gedung baru untuk bisnis
water treatment chemicals. Anggaran capex LTLS melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. LTLS merealisasikan capex sekitar Rp 200 miliar sepanjang 2025, yang terutama dialokasikan untuk pembangunan fasilitas manufaktur dan pembelian mesin pada lini bisnis food ingredients, serta perbaikan, pemeliharaan mesin dan bangunan guna mendukung kelancaran operasional.
Secara kinerja, pendapatan LTLS mengalami pertumbuhan dobel digit sebesar 13,86% secara tahunan dari Rp 7,72 triliun menjadi Rp 8,79 triliun pada tahun 2025. Namun secara
bottom line, perolehan laba LTLS justru mengalami penurunan. LTLS membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 149,45 miliar. Laba bersih LTLS tahun 2025 menyusut 32,17% dibandingkan raihan Rp 220,36 miliar pada tahun 2024. Eurike menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan LTLS tahun lalu didorong oleh kinerja yang kuat di sektor makanan dan minuman, perawatan pribadi dan rumah tangga, pengolahan air, serta kimia. Sementara itu, posisi margin & et Profit After Tax (NPAT) dipengaruhi oleh fluktuasi harga beberapa bahan kimia dan pelemahan kinerja afiliasi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News