KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus menghadapi dua tantangan besar yang dihadapi yakni perihal over supply listrik dan mengejar target bauran energi terbaurkan (EBT) untuk beberapa tahun mendatang. "Pada RUPTL 2021-2030 disusun dalam ketidakpastian permintaan akibat pandemi Covid-19," kata Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam Webinar diseminasi RUPTL PLN 2021-2030, Selasa (5/10). Dia memaparkan, realisasi pertumbuhan listrik di 2020 sebesar -0,79% sehingga selanjutnya diproyeksikan pertumbuhan listrik untuk 10 tahun ke depan rata-rata hanya 4,9% per tahun, lebih rendah dari RUPTL 2019-2028 dengan rata-rata sebesar 6,4% per tahun-nya.
Ini strategi PLN hadapi over supply sembari kerja target bauran EBT
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus menghadapi dua tantangan besar yang dihadapi yakni perihal over supply listrik dan mengejar target bauran energi terbaurkan (EBT) untuk beberapa tahun mendatang. "Pada RUPTL 2021-2030 disusun dalam ketidakpastian permintaan akibat pandemi Covid-19," kata Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam Webinar diseminasi RUPTL PLN 2021-2030, Selasa (5/10). Dia memaparkan, realisasi pertumbuhan listrik di 2020 sebesar -0,79% sehingga selanjutnya diproyeksikan pertumbuhan listrik untuk 10 tahun ke depan rata-rata hanya 4,9% per tahun, lebih rendah dari RUPTL 2019-2028 dengan rata-rata sebesar 6,4% per tahun-nya.