Ini Strategi Sreeya Sewu (SIPD) untuk Kejar Target Pertumbuhan Pendapatan hingga 15%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) melakukan sejumlah langkah untuk mencapai pertumbuhan pendapatan sebesar 10% hingga 15% pada 2026. Emiten perunggasan ini juga menargetkan laba sebelum pajak meningkat 30%–40%.

Direktur Sreeya Sewu Indonesia, Natanael Yuyun Suryadi mengungkap bahwa alih-alih ekspansi, perusahaan tahun ini akan lebih berfokus melakukan inovasi produk dengan menyesuaikan ke selera konsumen saat ini.

“Pabrik kami yang di Nganjuk, Jawa Timur juga pada dasarnya sudah memproduksi produk ready to eat. Jadi, kami masih punya ruang untuk inovasi produk lebih jauh,” jelasnya menjawab Kontan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (21/4/2026).


Baca Juga: Gojek (GOTO) Luncurkan Fitur Kode Terima Paket, Demi Jaga Kepercayaan Pengguna

Karena itu, tahun ini SIPD akan mengoptimalkan produksi di pabrik eksisting, mengingat kapasitas utilisasi pabrik pakan ternak masih di kisaran 70%.

Natanael menambahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga masih akan menjadi angin segar bagi kinerja perusahaan di tahun ini. Sejak program MBG berjalan, lanjut dia, permintaan konsumsi daging ayam dan telur naik. Secara harga pun, ayam hidup (live bird) saat ini konsisten dibanderol di atas Rp 19.000 per kg.

Kami bermitra dengan banyak peternak mandiri. Nah dalam kondisi seperti ini, tentu menguntungkan buat mitra kita maupun kita sendiri. Karena mereka mendapatkan multiplier impact dari MBG,” ujar dia.

Ia melanjutkan, saat ini perusahaan tengah dalam proses untuk menambahkan variasi produk baru, yakni konsentrat pakan ternak untuk non-ayam. Proses itu kini masih dalam tahap persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagi perusahaan, segmen pakan non-ayam masih memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. SIPD pun menurutnya telah lebih dulu memasuki beberapa segmen non-ayam dan berhasil membangun basis pelanggan yang kuat.

“Dalam hal ini, beberapa daerah seperti Bali hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) kami pandang sebagai target market kami,” katanya.

Baca Juga: Mitratel (MTEL) Siapkan Strategi Besar Menyambut Era 5G, Apa Saja?

Adapun tahun ini SIPD menyiapkan belanja modal sebesar 1,5% dari pendapatan tahun lalu yang akan digunakan untuk peremajaan mesin dan fasilitas produksi.

Sepanjang 2025, SIPD meraih pendapatan yang meningkat 1,5% year-on-year (yoy) ke Rp 5,44 triliun dari Rp 5,36 triliun pada tahun sebelumnya. 

Berdasarkan lini bisnisnya, pakan ternak menjadi penyumbang utama dengan kontribusi 48% atau Rp 2,6 triliun. Selanjutnya, pembibitan dan peternakan ayam menyumbang Rp 1,5 triliun atau 27% ke pendapatan, diikuti ayam potong dan makanan beku sebesar Rp 1,4 triliun yang menyumbang 25%. Komposisi ini dinilai mencerminkan kekuatan bisnis perusahaan dari hulu hingga hilir.

Baca Juga: Pemerintah Susun Perpres Demi Kawal Ambisi Prabowo Capai Target Kapasitas PLTS 100 GW

Dari sisi bottom line, SIPD mencatat lonjakan signifikan pada laba bersih sebesar 783% yoy dari Rp 3,32 miliar pada 2024 menjadi Rp 29,32 miliar tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News