KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan bisnis produsen kabel yang semakin ramai menjadi tantangan sendiri bagi PT Supreme Cable Manufacturing Corporation Tbk. Laba perusahaan pada 2017 tergerus menjadi Rp 269 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 340 miliar. Agar bisa bersaing, perusahaan memutuskan untuk meningkatkan produktivitas dengan anggaran belanja modal sebesar Rp 40 miliar untuk pembelian mesin baru. Selain itu, biaya maintenance juga sudah disiapkan sebesar Rp 60 miliar. “Total Rp 100 miliar kurang lebih,” kata Direktur Supreme Cable Nicodemus M Trisnadi pada Selasa (8/5). Efisiensi juga akan menjadi agenda perusahaan di tahun 2018 khususnya dalam hal produksi kabel. Melakukan penekanan harga bahan baku seperti tembaga dan aluminium akan menjadi fokus utama perusahaan demi menekan biaya produksi. Perusahaan juga akan mengawasi produksi bahan baku dan tembaga lebih baik agar bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Ini strategi Supreme Cable hadapi persaingan tahun ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan bisnis produsen kabel yang semakin ramai menjadi tantangan sendiri bagi PT Supreme Cable Manufacturing Corporation Tbk. Laba perusahaan pada 2017 tergerus menjadi Rp 269 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 340 miliar. Agar bisa bersaing, perusahaan memutuskan untuk meningkatkan produktivitas dengan anggaran belanja modal sebesar Rp 40 miliar untuk pembelian mesin baru. Selain itu, biaya maintenance juga sudah disiapkan sebesar Rp 60 miliar. “Total Rp 100 miliar kurang lebih,” kata Direktur Supreme Cable Nicodemus M Trisnadi pada Selasa (8/5). Efisiensi juga akan menjadi agenda perusahaan di tahun 2018 khususnya dalam hal produksi kabel. Melakukan penekanan harga bahan baku seperti tembaga dan aluminium akan menjadi fokus utama perusahaan demi menekan biaya produksi. Perusahaan juga akan mengawasi produksi bahan baku dan tembaga lebih baik agar bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.