Ini Strategi Telkom (TLKM) untuk Bersaing di Industri Data Center



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyatakan bahwa industri data center di Indonesia saat ini tumbuh signifikan. TLKM masih akan berupaya untuk tetap bisa bersaing dalam bisnis data center.

VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko menyatakan bahwa tren bisnis data center di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan yang sangat positif. 

Pertumbuhan industri data center itu, didukung oleh peningkatan kapasitas melalui ekspansi serta penguatan kapabilitas infrastruktur digital yang secara berkelanjutan dilakukan untuk mendorong peningkatan nilai bisnis.


Baca Juga: Industri Data Center Lima Tahun Terakhir Tumbuh Signifikan, Ini Pendorongnya

"Hingga saat ini, Telkom mengelola 35 data center dengan total kapasitas 44 MW dan 2.451 racks yang tersebar di Indonesia dan beberapa negara, melayani berbagai pelanggan strategis mulai dari hyperscalers, penyedia AI, pemerintah, hingga sektor finansial," ujar Andri kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).

Melihat tren pertumbuhan yang positif untuk bisnis data center, Andri mengaku bahwa TLKM juga tetap menyiapkan strategi khusus untuk ke depannya.

TLKM akan mendorong pertumbuhan kapasitas data center melalui dua metode pendekatan. Salah satunya dengan meningkatkan efisiensi operasional.

"Telkom akan terus mendorong pertumbuhan kapasitas data center melalui dua pendekatan utama: peningkatan efisiensi operasional dan penguatan kemitraan strategis dengan global hyperscalers," kata Andri.

Baca Juga: Inaplas Ungkap Indonesia Buka Peluang Ambil Bahan Baku Plastik Diluar Timur Tengah

Kemudian, TLKM juga memperkuat daya saing industri data center melalui pengembangan fasilitas data center berbasis AI serta ekspansi HDC.

Andri menuturkan bahwa dengan menggunakan strategi tersebut, TLKM menargetkan 300 MW pada tahun 2030 nanti.

"Selain itu, pendekatan kemitraan ini juga diharapkan dapat memperkuat daya saing, mempercepat adopsi teknologi, serta menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi bagi kebutuhan pelanggan di era digital dan AI," jelas Andri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News