Ini Strategi Vietnam Hadapi Krisis Energi Global!



KONTAN.CO.ID - Perdana Menteri Vietnam memerintahkan kepada kilang minyak terbesar di negara itu, Nghi Son Refinery and Petrochemical LLC, agar mengurangi produksi petrokimia dan lebih fokus pada produksi bahan bakar. Demikian pernyataan pemerintah Vietnam seperti yang dilansir Reuters.

Pham Minh Chinh juga meminta kilang tersebut untuk segera mendiversifikasi bahan baku agar dapat mengolah lebih banyak jenis minyak mentah, kata pemerintah dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (29/3/2026) saat ia mengunjungi fasilitas tersebut.

Kilang berkapasitas 200.000 barel per hari itu mengatakan pekan lalu bahwa mereka telah mengamankan pasokan minyak mentah yang cukup untuk memastikan operasi berjalan tanpa gangguan hingga akhir Mei. Kilang tersebut hampir seluruhnya mengolah minyak mentah yang bersumber dari Kuwait.


Selain itu, menurut pemerintah, Vietnam akan segera membangun sistem penyimpanan minyak baru di dekat kilang tersebut untuk “memastikan ketahanan energi Vietnam”.

Baca Juga: Ekspektasi Pangkas Suku Bunga Fed Meredup, Bagaimana Dampaknya ke Harga Emas?

Informasi saja, harga bahan bakar di Vietnam melonjak akibat perang Iran, dengan harga bensin naik 21% dan harga diesel meningkat 54%, berdasarkan data dari pedagang bahan bakar terbesar Petrolimex.

Pemerintah mengatakan pada akhir pekan bahwa mereka akan menggelontorkan 8 triliun dong (US$ 304 juta) ke dalam dana stabilisasi harga bahan bakar yang dikelola pemerintah untuk membantu menekan kenaikan harga.

Tonton: USS Tripoli Tiba! AS Siap Invasi Darat Iran?

Binh Son Refining and Petrochemical, kilang minyak Vietnam lainnya, sedang dalam pembicaraan dengan mitra Rusia untuk membeli minyak mentah Rusia, demikian laporan media pemerintah pada Minggu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News