Ini Strategi Zurich Life Dorong Kinerja Asuransi Jiwa Kredit di Tengah Dinamika Pasar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren kredit konsumtif, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bank hingga pembiayaan kendaraan multifinance masih dalam tekanan. Asal tahu saja, berdasarkan data Uang Beredar Bank Indonesia (BI), KPR industri perbankan hanya tumbuh 4,4%% Year on Year (YoY) pada Juni 2026.

Adapun data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pembiayaan mobil multifinance baik baru maupun bekas terkontraksi 3,25% YoY, dengan nilai mencapai Rp 230,47 triliun per Juni 2026.

Menjawab tantangan dinamika pasar yang terjadi, PT Zurich Topas Life (Zurich Life) akan menerapkan sejumlah strategi untuk mendorong kinerja asuransi jiwa kredit.


Chief of Business Development & Alternative Channels Zurich Life, Aswan Jaya mengatakan perusahaan akan terus mengedepankan disiplin dalam pengelolaan risiko dan memperkuat kemitraan strategis.

Baca Juga: Zurich Life Beberkan Tantangan yang Bisa Pengaruhi Laba pada Tahun Ini

"Selain itu, memastikan produk yang ditawarkan tetap relevan dengan kebutuhan nasabah dan mitra bisnis dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (14/8/2026).

Di tengah tren perlambatan kredit konsumtif, Zurich Life menyebut lini bisnis asuransi jiwa kredit tetap bertumbuh sesuai dengan rencana bisnis perusahaan. 

Aswan mengungkapkan Zurich Life membangun lini bisnis asuransi jiwa kredit ?pada akhir 2025 dan perusahaan sudah membukukan premi bruto atau Gross Written Premium (GWP) lebih dari Rp 130 miliar pada Semester I-2026. 

Menurut Aswan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kepercayaan yang diberikan para mitra strategis kepada Zurich Life. Dengan fondasi bisnis yang kuat dan dukungan dari mitra strategis, dia optimistis Zurich Life dapat terus mengembangkan lini bisnis ini melalui penguatan kemitraan, fokus pada kualitas bisnis, dan pengelolaan risiko yang mengedepankan prinsip kehati-hatian. 

Baca Juga: Zurich Life Catat Pertumbuhan Premi Asuransi Jiwa Tradisional 71% di Kuartal I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News