Ini Tantangan & Peluang yang Pengaruhi Kinerja RoI Dana Pensiun hingga Akhir Tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menyebut ada sejumlah peluang dan tantangan yang dapat memengaruhi kinerja Return on Investment (RoI) industri dana pensiun hingga akhir tahun ini.

Terkait peluang, Wakil Ketua 3 ADPI Budi Sutrisno bilang, salah satunya adanya momentum penempatan dana baru pada instrumen pendapatan tetap bernilai imbal hasil tinggi, serta penarikan pendapatan dividen dari portofolio saham bereputasi baik. 

"Ditambah, adanya potensi pemulihan harga pasar di akhir tahun (window dressing) yang dapat meningkatkan penilaian nilai wajar portofolio," ungkapnya kepada Kontan, Senin (26/10/2026).


Baca Juga: BTN Bidik Peluang Bisnis dari Industri Fesyen Lewat JFW 2027

Dari sisi tantangan, Budi mengatakan ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik global yang dapat memicu volatilitas harga pasar perlu diwaspadai penyelenggara dana pensiun. Selain itu, dia bilang peningkatan arus kas keluar untuk pembayaran manfaat pensiun, seiring banyaknya peserta yang memasuki usia pensiun normal juga perlu menjadi perhatian.

Sementara itu, Humas ADPI Syarifudin Yunus menjelaskan, peluang yang dapat dioptimalkan dana pensiun untuk meningkatkan kinerja RoI salah satunya berasal dari potensi kenaikan harga saham dan obligasi.

"Selain itu, potensi pendapatan kupon Surat Berharga Negara (SBN), serta dividen saham," ujarnya kepada Kontan.

Syarifudin menambahkan, ada sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan dana pensiun, seperti volatilitas pasar global, tekanan geopolitik, dan pelemahan Rupiah. Dia memperkirakan peluang peningkatan RoI hingga akhir tahun tetap terbuka.

Intinya, Syarifudin menyebut dana pensiun perlu mengoptimalkan diversifikasi, memilih aset sesuai profil risiko dan kewajiban pembayaran manfaat, serta melakukan evaluasi portofolio secara berkala.

"Jangan hanya mengejar RoI, tetapi dana pensiun perlu fokus pada investasi yang sehat, aset tetap aman, dan mampu bayar manfaat ke peserta," ungkapnya.

Baca Juga: Buana Finance Dapat Fasilitas Kredit Rp 500 Miliar dari Bank Danamon

Sebagai informasi, RoI industri dana pensiun mengalami kenaikan per Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, RoI dana pensiun sempat mengalami tekanan atau menurun dari sebesar 0,51% per Mei 2026, menjadi sebesar 0,02% per Juni 2026.

Namun, kondisi RoI dana pensiun menunjukkan peningkatan menjadi sebesar 0,95% per Juli 2026. Angkanya kembali meningkat per Agustus 2026 dengan nilai mencapai 2,12%.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi perubahan RoI dana pensiun. 

"Faktornya, yakni dipengaruhi kondisi pasar dan strategi investasi masing-masing dana pensiun dalam mengelola portofolio," ucapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (21/10/2026).

Melihat data per Agustus 2026, Ogi optimistis masih terdapat ruang peningkatan RoI dana pensiun hingga akhir tahun . Dia juga sempat menyampaikan bahwa OJK terus mendorong dana pensiun untuk menerapkan prinsip kehati-hatian, pengelolaan aset dan liabilitas yang baik, serta melakukan diversifikasi investasi sesuai profil risiko dan ketentuan yang berlaku. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News